KARAWANG-Bagi sebagian orang, mencari pekerjaan bukan sekadar mengirim lamaran dan menunggu panggilan. Ada ongkos yang harus dikeluarkan, dokumen yang harus disiapkan, hingga pemeriksaan kesehatan yang terkadang menjadi beban tambahan bagi pencari kerja.
Persoalan itulah yang coba dipangkas Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Job Fair khusus masyarakat desil 1–3 yang digelar pada 2 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-393 Kabupaten Karawang, Selasa (2/9/2026), di Aula Husni Hamid Karawang.
Job fair tersebut secara khusus menyasar masyarakat dari kelompok desil 1–3, sehingga akses terhadap kesempatan kerja tidak hanya terbuka bagi mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan mendapatkan kemudahan sejak awal proses.
“Hari ini kita menggelar job fair khusus untuk masyarakat desil 1 sampai 3. Kita ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan, sekaligus membantu mereka agar tidak terbebani biaya dalam proses mencari kerja,” kata Bupati Aep.
Menurutnya, berbagai layanan pendukung pencari kerja dalam kegiatan tersebut diberikan secara gratis, mulai dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), kartu kuning atau AK1, hingga pemeriksaan kesehatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Karawang untuk mendekatkan layanan ketenagakerjaan kepada masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih mudah menuju dunia kerja.
“SKCK gratis, kartu kuning gratis, cek kesehatan juga gratis. Ini bentuk keberpihakan pemerintah agar masyarakat, khususnya yang masuk desil 1 sampai 3, bisa mendapatkan kesempatan kerja tanpa terkendala biaya administrasi,” ujar Bupati Aep.
Bupati Aep menegaskan, persoalan pengangguran tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu program. Pemerintah perlu mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha, membuka akses informasi, sekaligus memastikan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Barat memiliki peluang kerja yang besar. Namun, peluang tersebut harus dipastikan dapat diakses oleh masyarakat Karawang, terutama mereka yang berada pada kelompok ekonomi bawah.
Di sisi lain, Pemkab Karawang juga telah membuka job fair umum. Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat sekitar 2.300 pelamar telah mengikuti proses rekrutmen dalam job fair tersebut.
Bagi Bupati Aep, angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan masih sangat besar. Karena itu, pemerintah tidak ingin berhenti pada penyelenggaraan job fair semata.
“Kita ingin setiap kegiatan job fair benar-benar menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Ukurannya bukan hanya berapa banyak yang datang melamar, tetapi berapa banyak yang akhirnya diterima dan bisa bekerja,” tutur Bupati Aep.
Ia berharap, semakin banyak masyarakat yang terserap ke dunia kerja, maka kemampuan ekonomi keluarga ikut meningkat. Pada akhirnya, hal itu akan berpengaruh terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka pengangguran di Kabupaten Karawang.
“Harapan kita sederhana, masyarakat mendapatkan pekerjaan, penghasilan meningkat, dan kesejahteraan keluarga juga ikut meningkat. Pemerintah hadir untuk membuka jalan, dan kesempatan ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.
Job fair khusus desil 1–3 ini pun menjadi salah satu cara Pemkab Karawang memaknai usia 393 tahun Kabupaten Karawang, bukan sekadar merayakan bertambahnya usia daerah, tetapi menghadirkan kesempatan yang lebih nyata bagi masyarakat untuk menatap masa depan. (red).





