KARAWANG-Suasana pagi yang seharusnya menjadi awal perjuangan menuntut ilmu berubah mencekam. Di tengah hujan gerimis, seorang pelajar dilaporkan menjadi korban begal di Desa Purwamekar, Kecamatan Rawamerta, Selasa (27/10/2026) sekira pukul 05.15 WIB.
Kabar dugaan aksi pembegalan tersebut menjadi perhatian setelah beredarnya rekaman CCTV yang diduga berkaitan dengan peristiwa itu di sebuah grup Facebook.
Dalam rekaman itu, korban tampak sedang berteduh dari hujan gerimis ketika didatangi tiga orang yang mengendarai satu sepeda motor. Situasi kemudian diduga berubah mencekam saat para pelaku menakut-nakuti korban menggunakan senjata tajam.
Merasa terancam, korban terlihat melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Peristiwa tersebut diduga berujung pada hilangnya sepeda motor milik korban yang menjadi sasaran perampasan.
Peristiwa tersebut menambah kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman kejahatan jalanan yang dapat mengintai siapa saja, termasuk pelajar yang tengah berangkat menuju sekolah.
Hujan gerimis yang membasahi jalanan pagi itu menjadi latar suasana yang memprihatinkan. Niat untuk menimba ilmu justru dibayangi dugaan aksi kriminal yang mengancam keamanan dan keselamatan pelajar.
Kejadian ini menjadi perhatian, mengingat pagi hari merupakan waktu ketika para pelajar mulai beraktivitas dan melintasi jalan-jalan desa untuk menuju sekolah masing-masing.
Camat Rawamerta Dadan Nurdianysah ketika dikonfrimasi membenarkan adanya peristiwa aksi kriminalitas begal yang menimpa pelajar. Saat ini kasus tersebut sedang ditangani Polsek Rawamerta.
“Betul Pak, tadi pagi juga sudah olah TKP oleh jajaran Polsek Rawamerta,” ujar Camat Dadan.
Jangan Biarkan Pelajar Dihantui Ketakutan
Keamanan pelajar selama perjalanan menuju sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk mencegah kejahatan jalanan serta menciptakan lingkungan yang aman.
Jangan sampai perjalanan mencari ilmu justru menjadi pengalaman traumatis bagi anak-anak akibat ancaman kejahatan.
Hingga berita ini terbit, kronologi lengkap kejadian, kondisi korban, barang yang diduga dirampas, serta keterangan resmi kepolisian masih perlu dikonfirmasi.
Redaksi akan terus berupaya memperoleh informasi lebih lanjut untuk memastikan fakta dan perkembangan penanganan kasus dugaan pembegalan tersebut. (red).





