
KARAWANG-Kelompok Tani (Poktan) Tani Mukti 2 Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, mengeluhkan kondisi turap saluran sekunder yang baru selesai dibangun tiga minggu tapi sudah bocor.
Keluhan tersebut langsung disampaikan Ketua Poktan Tani Mukti 2, H. Karsim, kepada delik.co.id, Selasa (6/9/2022).
Menurut H. Karsim, dengan kondisi turap bocor maka rembesan air akan masuk ke persawahan para petani.
“Kondisi itu jelas sangat merugikan bagi pihak petani sebagai kelompok penerima manfaat. Jadi saya meminta terhadap pihak pelaksana untuk bisa perbaiki kembali. Dari lima panca usaha itu yang paling utama adalah pertanian, kalau pengairannya tidak maksimal bagaimana kami bisa memaksimalkan lahan pertanian kami,” ucapnya.
H karsim menegaskan, yang diinginkan pihaknya sebagai petani sangat sederhana, yakni menginginkan proyek pembangunan turap itu harus berkualitas, jangan terkesan asal-asalan.
“Kalau bocor seperti itu bagaimana ke depannya, sedangkan baru tiga minggu loh selesai pengerjaannya tapi sudah mengalami kebocoran,” uajrnya.
Ia berharap, dengan adanya program turap bisa memaksimalkan potensi lahan pertanian ke arah yang lebih baik lagi, tetapi ternyata fakta di lapangan sangat jauh dari harapan, sperti pribahasa api jauh dari panggang.
“Proses dalam pengerjaannya terlihat asal-asalan, jadi saya mohon dengan adanya kejadian tersebut kepada dinas terkait kalau bisa jangan dibayar pekerjaannya biar ada efek jera,” pungkasnya.
Diketahui dari papan informasi proyek penurapan saluran sekunder di Dusun Rawagede, Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta miliki volume dengan panjang 77 meter, tinggi 2 meter yang bersumber dari Dana APBD Karawang Tahun 2022 sebesar Rp188.870.000., yang dikerjakan oleh CV Kujang Mas. (red).






4.5