KARAWANG-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Budiwanto, S.Si, MM dari Fraksi PKS menegaskan pentingnya langkah strategis dan terintegrasi dalam penanganan banjir yang kerap melanda Kabupaten Karawang.
Salah satu upaya jangka panjang yang didorong adalah rencana pembangunan Bendungan Cibeet oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2026.
Menurut H. Budiwanto, persoalan banjir di Karawang tidak bisa lagi ditangani secara parsial atau darurat semata, melainkan membutuhkan solusi struktural yang berkelanjutan.
“Banjir ini sudah menjadi persoalan berulang. Karena itu, pembangunan Bendungan Cibeet menjadi salah satu solusi strategis untuk mengendalikan debit air Sungai Cibeet dan mengurangi dampak banjir di wilayah hilir,” ujar Budiwanto kepada delik.co.id, Sabtu (24/1/2026) pagi.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil Jabar X (Karawang–Purwakarta) tersebut menambahkan, DPRD Jabar terus mendorong agar proses perencanaan dan kesiapan pembangunan bendungan dapat dipercepat, termasuk penyelesaian studi teknis dan aspek lingkungan.
“Kami di DPRD Provinsi Jawa Barat mendukung penuh langkah BBWS Citarum agar target pembangunan tahun 2026 bisa terealisasi sesuai rencana,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan bendungan harus dibarengi dengan upaya lain seperti normalisasi sungai, penguatan tanggul, serta perbaikan sistem drainase. Menurutnya, pendekatan terpadu antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci agar penanganan banjir benar-benar efektif.
“Selain infrastruktur, peran masyarakat juga penting, terutama dalam menjaga lingkungan sungai dan tidak melakukan aktivitas yang memperparah sedimentasi maupun penyempitan alur sungai,” tambahnya.
Dengan adanya Bendungan Cibeet dan dukungan lintas sektor, Budiwanto berharap persoalan banjir di Karawang dapat ditekan secara signifikan sehingga aktivitas masyarakat dan sektor pertanian tidak lagi terganggu setiap musim hujan. (red).





