Hari Jadi ke-81 Jawa Barat, H. Budiwanto: Jabar Tandang Harus Menjadi Gerakan Nyata Menyejahterakan Rakyat

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi PKS H. Budiwanto, S.Si., M.M.

BANDUNG-Momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat yang diperingati pada Rabu, 19 Agustus 2026, diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi sekaligus memperkuat semangat membangun Jawa Barat yang semakin maju, sejahtera dan berkeadilan.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat H. Budiwanto, S.Si., M.M., mengatakan, tema Hari Jadi ke-81 Jawa Barat, “Jabar Tandang”, harus dimaknai sebagai keberanian untuk terus bergerak, bekerja dan menjawab berbagai persoalan masyarakat dengan karya nyata.

Bacaan Lainnya

Peringatan Hari Jadi tahun ini dipusatkan di kawasan Pasanggrahan Pancarasa, Gedung Sate, Bandung, dengan tetap menampilkan keberagaman seni dan budaya Jawa Barat.

“Wilujeng Milangkala ka-81 Provinsi Jawa Barat. Jabar Tandang harus menjadi semangat kita untuk terus bergerak. Tandang dalam bekerja, tandang melayani masyarakat, tandang membangun desa dan kota, serta tandang menghadirkan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan rakyat,” ujar legislator dari Dapil Jabar X (Karawang-Bekasi).

Menurutnya, Jawa Barat hari ini menunjukkan sejumlah perkembangan positif. Data BPS mencatat ekonomi Jawa Barat pada triwulan II 2026 tumbuh 5,73 persen secara tahunan. Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 juga turun menjadi 6,54 persen atau sekitar 3,44 juta orang. Namun pada sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 masih berada di angka 6,64 persen.

“Ini menunjukkan bahwa kita punya modal dan arah yang baik, tetapi pekerjaan rumah kita masih besar. Pertumbuhan ekonomi jangan hanya terlihat dalam angka statistik. Pertumbuhan itu harus terasa sampai ke rumah-rumah rakyat: lapangan kerja bertambah, daya beli meningkat, usaha kecil tumbuh, petani dan nelayan sejahtera, serta pelayanan dasar semakin merata,” katanya.

H. Budiwanto yang membidangi perekonomian di Komisi II DPRD Jawa Barat menilai sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, perdagangan dan ekonomi berbasis desa harus mendapat perhatian lebih besar.

Jawa Barat memiliki kekuatan pangan yang sangat besar. Sepanjang 2025, produksi padi Jawa Barat mencapai sekitar 10,23 juta ton gabah kering giling (GKG) dari luas panen sekitar 1,76 juta hektare.

“Jawa Barat harus kuat pangannya, kuat petaninya, kuat UMKM-nya dan kuat ekonomi desanya. Jangan sampai daerah yang menjadi lumbung pangan, sentra produksi dan sumber kekayaan alam justru masyarakatnya tertinggal. Pembangunan harus menghadirkan nilai tambah sebesar-besarnya bagi masyarakat setempat,” tegasnya.

Ke depan, mantan Ketua DPD PKS karawang ini berharap pembangunan Jawa Barat semakin fokus pada pemerataan pelayanan dasar, penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan, penguatan ekonomi rakyat serta pembangunan yang tetap menjaga lingkungan dan budaya lokal.

“Usia 81 tahun adalah usia kematangan. Kita ingin Jawa Barat bukan hanya besar dari jumlah penduduk dan kekuatan ekonominya, tetapi juga besar karena kualitas manusianya, kuat ketahanan pangannya, maju desanya, berkembang kotanya, terjaga alamnya dan sejahtera masyarakatnya. Lembur diurus, kota ditata, rakyat harus semakin sejahtera,” ungkapnya.

H. Budiwanto juga mengajak seluruh unsur pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, petani, nelayan, pelaku UMKM, generasi muda hingga masyarakat untuk menjadikan Hari Jadi Jawa Barat sebagai momentum memperkuat kolaborasi.

“Wilujeng Milangkala ka-81 Jawa Barat. Jabar Tandang, terus melangkah dengan karya dan pengabdian. Semoga Jawa Barat semakin maju, adil, makmur, berbudaya dan menjadi rumah yang memberikan harapan serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Dari Jawa Barat untuk Indonesia,” pungkas H. Budiwanto. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *