Mapala UBP Karawang bantu evakuasi korban.

KARAWANG-Terjadinya gempa bumi di Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 silam dengan magnitudo 5,6 akibatkan kerusakan dan menelan ratusan korban jiwa.

Sejumlah pihak pun kemudian tergerak membantu para korban, termasuk mahasiswa pecinta alam (Mapala) UBP Karawang terjun ke lokasi.

Sejak H+1 terjadi gempa, enam anggota Mapala UBP Karawang yang tersertifikasi tanggap darurat turut membantu evakuasi dan melakukan assesment kebutuhan logistik para korban.

Empat hari kemudian, tim ke-2 didatangkan sebanyak 10 personil yang konsen dalam penanganan trauma healing, medis  dan pendistribusian logitik yang terdiri dari perwakilan mahasiswa dari berbagai fakuktas di UBP Karawang.

Koordinator tim relawan, Oo Iskandar, mengatakan, pihaknya sudah enam hari ditugaskan di Cianjur. Hampir setiap hari di lokasi selalu terjadi gempa susulan dan hujan deras di setiap sorenya.

“Banyak warga yang tertimpa reruntuhan dari luka ringan sampai berat bahkan meninggal dunia. Tim membantu evakuasi korban, mendirikan posko pengungsian, distribusi logistik , kesehatan dan trauma healing,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi delik.co.id, Minggu (27/11/2022).

“Mayoritas kondisi kesehatan masyarakat mengalami demam, batuk dan flu. Dan setelah beberapa hari terjadi gempa susulan di lokasi gempa terjadi krisis air bersih. Sampai dengan hari ini kebutuhan mendesak di antaranya logistik bahan makanan, tenda, pakaian, obat-obatan, dan material bahan bangunan,” sambungnya.

Mapala UBP Karawang akan terus membantu di lokasi bencana selama persediaan tersedia. Selain itu, penggalangan dana terus dilakukan di Karawang. (red).