KARAWANG-Progres proyek pembangunan sabuk pantai atau penahan abrasi di Muara Pakisjaya, Kecamatan Pakisjaya, yang dikerjakan oleh CV Mazel Arnawama Indonesia dengan nilai kontrak Rp903,48 juta, kembali menjadi sorotan.
Berdasarkan pantauan jurnalis delik.co.id, hingga menginjak awal Desember 2025, proyek yang seharusnya dikebut penyelesaiannya menjelang akhir tahun justru dinilai masih berjalan lambat.
Empud, Perangkat Desa Pakisjaya yang ditugaskan sebagai mitra pengawas, mengungkapkan bahwa aktivitas pekerjaan di lapangan terlihat minim. Menurutnya, pembangunan baru mencapai sekitar 20 persen. Ia juga menyebut dalam sepuluh hari terakhir tidak ada aktivitas pekerja di lokasi proyek.
“Progresnya baru sekitar 20 persen. Sudah sepuluh hari tidak ada yang kerja. Bahkan upah pekerja untuk tiga hari juga belum dibayar. Saat saya tanya Yana, pelaksana lapangan, apakah sudah ke lokasi, ia bilang belum. Dihubungi juga sulit,” kata Empud saat ditemui di kediamannya, Senin (1/12/2025).
Sorotan terhadap dugaan keterlambatan proyek ini sebelumnya juga disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto S.Si., M.M. Ia menegaskan bahwa pembangunan sabuk pantai Muara Pakisjaya harus menjadi prioritas dan dituntaskan sebelum tahun anggaran 2025 berakhir.
Menurutnya, proyek tersebut sangat vital untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi serta menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi nelayan setempat yang setiap hari bergantung pada kondisi perairan.
“Ini menyangkut keselamatan warga dan keberlanjutan ekonomi nelayan. Proyek penahan abrasi harus menjadi prioritas,” tegas Budiwanto.
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan ini masuk dalam program Pengelolaan SDA dan Bangunan Pengaman pada Wilayah Sungai (WIS) di Satu Daerah Kabupaten, dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender. Proyek tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun 2025.
Hingga berita ini diturunkan, jurnalis delik.co.id masih terus mengawal dan berupaya meminta klarifikasi dari pihak pelaksana lapangan terkait dugaan lambatnya progres pembangunan sabuk pantai Muara Pakisjaya yang dinilai tidak sesuai menjelang akhir tahun 2025. (man/red).





