KARAWANG-Pemadaman listrik yang terjadi pada Rabu (17/6/2026) siang dikeluhkan sejumlah warga di wilayah Kabupaten Karawang.
Pemadaman yang berlangsung sejak sekira pukul 13.30 WIB tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat, pelaku usaha, hingga layanan transaksi keuangan.
Dalam pemberitahuannya, PLN menyampaikan bahwa pemadaman dilakukan akibat adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik. Untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak.
Adapun wilayah yang mengalami pemadaman meliputi Desa Ciptasari, Jatilaksana, Desa Cintaasih, Desa Mulangsari, Desa Kertasari, Desa Medalsari, Desa Tamansari, Desa Cintalaksana, Desa Mekarbuana, Desa Wargasetra, Desa Cigunungsari, Desa Cipurwasari, Desa Cintawargi, Desa Kutalanggeng, Cintalanggeng, Desa Kutamaneh, Desa Kutamanah, Desa Kertamanah, serta sejumlah kawasan di Karawang Kota dan sekitarnya.
Selain desa-desa tersebut, pemadaman juga terjadi di Jalan Rangga Gede Tanjungpura, Tunggak Jati, Mekarjati, Purwamekar, Karangpawitan, Jalan Tampomas, Jalan Sanggabuana, Jalan Tangkuban Perahu, Jalan Ciremai Karangpawitan, Kepuh, Cibungur, Perum Puri Raya Asri, Perum Prime Panorama Village, Perum Kenanga Indah Regency, Perum Gading Mas, Cluster Hyde Park, hingga Perum Sari Indah Permai.
Manager ULP PLN Karawang Kota, Hendro, menyatakan terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
Disinggung pemadaman tersebut disinyalir tanpa ada pemberitahuan sebelumnya ke warga, Hendro berdalih waktunya dinamis.
“Ini waktunya dinamis, Pak, jadi informasinya mendadak,” katanya.
Namun demikian, sejumlah warga mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman yang terjadi secara mendadak.
Salah seorang warga Tanjungpura mengatakan informasi pemadaman diterima dalam waktu yang sangat singkat sehingga masyarakat tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan antisipasi.
“Ya merugikan, sudah sekitar lima jam. Es pada leleh, percetakan tutup, BRI Link juga tutup,” keluhnya kepada awak media.
Meski kemudian pada jelang waktu magrib sejumlah wilayah yang alami pemadaman listrik kembali menyala namun sejumlah wilayah lain justru mendapat pemadaman listrik bergilir.
Warga berharap PLN dapat meningkatkan sistem informasi dan pemberitahuan kepada pelanggan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat mempersiapkan diri ketika terjadi gangguan pasokan listrik maupun pemadaman terencana. (man/red).





