Proyek Jetty Telan Rp2,4 Miliar Diduga Tidak Rampung Sampai Tutup Tahun Anggaran 2025

Proyek Jetty tidak rampung sampai tutup tahun anggaran.

KARAWANG-Proyek pembangunan jetty (dermaga) di Muara Pantai Sedari Kecamatan Cibuaya yang menelan anggaran Rp2,4 miliar kembali menuai sorotan.

Hingga berakhirnya tahun anggaran, proyek tersebut belum juga rampung dan gagal mencapai target sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek yang dibiayai dari anggaran pemerintah itu seharusnya selesai sebelum penutupan tahun anggaran. Namun di lapangan, progres pekerjaan masih jauh dari kata selesai. Sejumlah bagian konstruksi jetty terlihat belum dikerjakan secara maksimal.

Sehingga, pekerjaan pembangunan Jetty yang ditargetkan rampung sebelum akhir tahun anggaran 2025 dipastikan meleset dari jadwal.

Proyek jetty yang dikerjakan oleh CV Cakra Buana Utama ini memiliki masa kontrak 85 hari kalender, dengan spesifikasi konstruksi panjang 160 meter dan tinggi 3,5 meter. Jetty tersebut dirancang sebagai penunjang bangunan penahan abrasi sekaligus mitigasi banjir rob di kawasan pesisir Muara Sedari.

Namun, berdasarkan hasil pantauan jurnalis delik.co.id di lapangan, hingga akhir Desember 2025 progres pembangunan masih menyisakan pekerjaan signifikan. Terlihat tumpukan batu belah di beberapa titik belum terpasang, menandakan pekerjaan belum rampung secara keseluruhan.

Asden alias Daeng, yang mengaku sebagai tenaga ahli dalam proyek tersebut, mengakui bahwa pekerjaan tidak akan selesai tepat waktu sesuai kontrak.

“Memang kami akui tidak akan selesai sesuai waktu yang ditentukan. Dari total panjang 160 meter, masih tersisa sekitar 15 meter lagi. Untuk menyelesaikannya masih dibutuhkan material batu belah sekitar 30 mobil dump truck,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (30/12/2025).

Meski demikian, Daeng menyebut pihaknya tetap berupaya mengejar penyelesaian pekerjaan dengan melakukan lembur bersama tim di lapangan.

“Hari ini kami lembur bersama pekerja dan tim ahli finishing,” katanya.

Ia juga membandingkan progres proyek Jetty Muara Sedari dengan proyek penahan abrasi di wilayah Pakisjaya. Menurutnya, terdapat sejumlah kendala teknis yang mempengaruhi penyelesaian pekerjaan.

“Kami tetap bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan Jetty Muara Sedari, targetnya sampai Rabu, 31 Desember 2025. Tapi perlu dikaji juga faktor cuaca dan akses jalan. Menjelang tahun baru, pengiriman batu belah biasanya terkendala kemacetan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Aries Purwanto, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait penyelesaian proyek Jetty Muara Sedari tidak sesuai waktu yang sudah ditentukan hingga akhir tahun anggaran 2025, tidak memberikan tanggapan alias bungkam sejuta bahasa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana CV Cakra Buana Utama juga belum berhasil ditemui untuk memberikan klarifikasi resmi terkait keterlambatan penyelesaian pembangunan Jetty Muara Sedari. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *