KARAWANG-Presidium Aliansi Pergerakan Islam Karawang (ASPIKA), Irwan Taufik, mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang dan DPRD Karawang untuk segera merumuskan kebijakan daerah berupa Peraturan Daerah (Perda) yang berorientasi pada penguatan ketahanan keluarga, perlindungan generasi muda, pembinaan moral masyarakat, serta pencegahan berbagai perilaku yang dinilai bertentangan dengan norma agama, budaya dan kearifan lokal masyarakat Karawang.
Menurut Irwan Taufik, fenomena yang terjadi saat ini dengan viralnya video dugaan pesta gay mengingatkan kembali masyarakat Karawang pada peristiwa tahun 2018 ketika isu LGBT menjadi perhatian luas publik setelah muncul berbagai informasi mengenai aktivitas komunitas tersebut di media sosial.
Pada saat itu, ASPIKA bersama puluhan organisasi Islam dan elemen masyarakat turun menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah agar mengambil langkah konkret melalui kebijakan yang memiliki kekuatan hukum.
“Sejarah seakan kembali berulang. Tahun 2018 masyarakat Karawang pernah dibuat resah oleh maraknya aktivitas komunitas LGBT di media sosial. Hari ini publik kembali dihadapkan pada informasi yang beredar mengenai dugaan aktivitas serupa di salah satu tempat hiburan malam. Tentu hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Irwan Taufik, Selasa (9/6/2026).
Meski demikian, ASPIKA meminta penegak hukum bertindak cepat dan menyerahkan proses pembuktian kepada aparat yang berwenang.
“Kami tidak ingin membangun opini yang tidak berdasar. Dugaan yang beredar harus diuji melalui proses hukum dan penyelidikan yang profesional. Namun pemerintah daerah juga tidak boleh menutup mata terhadap keresahan yang berkembang di tengah masyarakat,” tegasnya.
Irwan menilai bahwa persoalan tersebut tidak dapat dipandang semata-mata sebagai urusan individu, melainkan harus dilihat dalam perspektif yang lebih luas, yaitu menyangkut ketahanan keluarga, pembinaan generasi muda, kesehatan sosial masyarakat, serta masa depan karakter bangsa.
Menurutnya, Karawang sebagai daerah industri dan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional membutuhkan keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan moral masyarakat.
“Jangan sampai kita hanya sibuk membangun gedung, kawasan industri, dan infrastruktur, tetapi lalai membangun karakter manusia. Kemajuan ekonomi harus berjalan beriringan dengan penguatan moral, akhlak, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama peradaban,” tegasnya.
ASPIKA berpandangan bahwa sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Karawang bersama DPRD Karawang menyusun regulasi yang memberikan arah yang jelas dalam upaya pembinaan sosial masyarakat.
Regulasi tersebut, menurut Irwan, tidak semata-mata berisi larangan, tetapi juga memuat aspek edukasi, pencegahan, rehabilitasi sosial, penguatan peran keluarga, serta perlindungan terhadap generasi muda dari berbagai pengaruh yang dinilai merusak.
Lebih lanjut, Irwan mengingatkan bahwa perjuangan tersebut bukanlah hal baru. Pada tahun 2018, ASPIKA telah melakukan aksi damai yang melibatkan berbagai organisasi Islam dan elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serupa kepada pemerintah daerah. Aspirasi tersebut hingga kini dinilai masih relevan karena tantangan sosial yang dihadapi masyarakat semakin kompleks.
“Yang kami perjuangkan bukan kebencian terhadap siapa pun. Yang kami perjuangkan adalah hadirnya kebijakan yang mampu menjaga moral publik, memperkuat ketahanan keluarga, melindungi generasi muda, dan mempertahankan nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat Karawang,” ujarnya.
ASPIKA juga mengajak para tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun dialog yang konstruktif dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini.
Menurut Irwan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari besarnya investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan daerah menjaga kualitas moral, etika, dan karakter masyarakatnya.
“Karawang harus menjadi daerah yang maju industrinya, kuat ekonominya, unggul sumber daya manusianya, serta kokoh menjaga nilai agama, budaya, dan moral masyarakatnya. Kemajuan tanpa karakter hanya akan melahirkan krisis peradaban di masa depan,” pungkasnya. (red).





