KARAWANG-Setiap 1 Mei, diperingati sebagai Hari Buruh Internasional atau biasa disebut May Day.
Mayday bukan hanya seremonial atau sebatas libur Nasional belaka namun esensinya adalah simbol dari sebuah perjuangan buruh untuk memanusiakan manusia, semua harus jaga semangat Mayday agar tidak ada lagi perbudakan.
“Baru saja kita mendengar kasus kecelakaan kerja di salah satu perusahaan di Karawang yang akhirnya meninggal dunia yang akhir-akhir ini viral. Saya tidak sedang menuduh penyebab meninggal dunia itu dari kecelakaan kerja atau dari penanganan setelah terjadinya kecelakaan kerja, tapi sistem yang kita kritisi mulai dari sisi K3 yang ada di perusahaan maupun pasca terjadinya kecelakaan kerja, sehingga harusnya negara hadir bukan setelah viral baru bertindak, lalu sangat wajar ketika kita pertanyakan dimana fungsi pengawasan tenaga kerja,” kata praktisi buruh, Abu Nurbuana, dalam menyampaikan refleksinya, Rabu (30/4/2025) malam.
Kembali ke May Day, lanjutnya yang juga praktisi hukum ini, yang seharusnya membuat semua tersadar bahwa peringatan May Day yang diperingati satu tahun sekali ini adalah agar semua sebagai sebuah bangsa juga merasakan getirnya para pendahulu ketika di zaman penjajahan mengalami menjadi pekerja paksa dan romusha.
“Mari saling bahu membahu antara para pemegang kebijakan, pembuat regulasi dan masyarakat untuk mewujudkan para pekerja aman, sejahtera tanpa melupakan dunia investasi yang sehat yang ditawarkan ke negara lain, semoga (terwujud),” tutupnya dengan berdoa harapanya terwujud. (red).





