
KARAWANG-Bencana banjir yang kembali melanda Karangligar menjadi sorotan serius bagi DPRD Provinsi Jawa Barat.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, S.Si., M.M., menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang tuntas.
Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak, Budiwanto menyoroti pentingnya solusi darurat dan jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Lebih dari 1.480 kepala keluarga (KK) terdampak dalam banjir kali ini, dengan banyak warga terpaksa meninggalkan rumah mereka karena ketinggian air yang tidak kunjung surut. Selain kehilangan harta benda akibat rendaman air dan lumpur, kondisi ini juga menimbulkan dampak psikologis dan ekonomi yang berat bagi masyarakat.
Turut serta dalam kunjungan ini, Anggota DPRD Kabupaten Karawang Sugih Laksana Putra dan Agus Sulistyo, yang bersama Budiwanto memberikan bantuan berupa makanan siap saji dan peralatan kebersihan untuk membantu warga dalam pemulihan pasca-banjir. Selain itu, mereka juga berdialog langsung dengan warga guna memberikan dukungan moral dan motivasi agar tetap tabah menghadapi bencana ini.
Perlu Solusi Komprehensif, Bukan Sekadar Bantuan Sementara
Dalam pernyataannya, politisi PKS ini menekankan bahwa bantuan evakuasi dan logistik hanya bersifat sementara. Terpenting adalah adanya langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan banjir secara menyeluruh.
“Harus ada emergency exit yang nyata agar Karangligar dan daerah lain di Karawang tidak terus-menerus menjadi langganan banjir setiap tahun,” tegasnya dalam keterangan tertulisnya kepada delik.co.id, Senin (10/3/2025).
Ia menilai, penanganan banjir yang sudah akut ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Perlu keterlibatan pemerintah pusat melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) guna mengatasi banjir di Karangligar dan wilayah lain di Kabupaten Karawang yang sering terdampak.
Ia pun mengusulkan sejumlah langkah strategis penanganan banjir, di antaranya :
1. Pembuatan sodetan dan kanal-kanal air untuk mengurangi debit air yang menggenangi permukiman.
2. Pembangunan embung dan danau buatan sebagai tempat penampungan air saat curah hujan tinggi.
3. Pembuatan pintu-pintu air untuk mengatur aliran sungai agar tidak meluap ke pemukiman.
4. Reboisasi dan penataan daerah resapan air guna mengendalikan aliran air hujan sejak hulu.
Budiwanto berharap kunjungan langsung ini bisa menjadi momentum bagi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk segera bersinergi mencari solusi konkret.
“Jangan sampai ini terus menjadi masalah tahunan tanpa tindakan nyata. Kita harus punya strategi besar untuk menyelesaikan ini sampai tuntas,” pungkasnya.
Dengan adanya komitmen kuat dari berbagai pihak, harapannya Karangligar dan wilayah lain yang terdampak dapat terbebas dari ancaman banjir berkepanjangan. (red).



