Kualitas Diragukan, Proyek Sanimas di Desa Solokan Diduga Tak Sesuai RAB dan Tanpa Papan Informasi

Proyek Sanimas di Desa Solokan Kecamatan Pakisjaya

KARAWANG-Proyek pembangunan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di Dusun Kenanga II, Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dari hasil pantauan di lapangan, kualitas material yang digunakan, seperti besi sloof, besi tiang, serta cincin (sengkang/begel) dan pipa paralon, dinilai seadanya dan tidak memenuhi standar konstruksi sebagaimana mestinya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, proyek yang sedang dikerjakan tersebut juga tidak menunjukkan penerapan keselamatan kerja (K3), karena para pekerja terlihat tanpa alat pelindung diri (APD). Lebih parah lagi, tidak ditemukan papan informasi kegiatan di lokasi, sehingga masyarakat tidak mengetahui sumber anggaran, pelaksana kegiatan, maupun nilai proyek tersebut.

Seorang pekerja di lokasi mengaku tidak mengetahui detail teknis maupun anggaran proyek tersebut.

“Pekerjaan ini baru dua hari berjalan. Soal nama Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB), atau papan informasi proyek, saya tidak tahu menahu. Saya hanya disuruh kerja saja dengan upah per unit Rp2 juta. Lebih jelasnya tanya saja ke Wakil Buto, Bang,” ujarnya, Minggu (2/11/2025) kemarin sore.

Ketika ditanya mengenai ukuran besi yang digunakan, ia menyebutkan besi berukuran 8 milimeter untuk tiang dan 4 milimeter untuk cincin.

“Kalau ukuran besinya terlalu kecil atau tidak sesuai, saya juga kurang tahu, Bang,” tambahnya.

Sebagai informasi, pemasangan papan proyek merupakan bentuk transparansi publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Setiap proyek yang menggunakan dana pemerintah wajib memasang papan informasi agar masyarakat dapat mengawasi pelaksanaannya.

Keesokan harinya, Senin (3/11/2025), jurnalis delik.co.id mencoba mengonfirmasi Wakil Buto, Kepala Dusun Kenanga II. Saat ditanya mengenai proyek Sanimas yang diduga tanpa papan informasi dan menggunakan besi berukuran kecil, berikut dalihnya,

“Waalaikumsalam, pelaksananya Pak Baning. Hubungi saja Pak Baning, saya tidak tahu apa-apa,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Terpisah, Baning, yang disebut sebagai Ketua Program Sanimas Desa Solokan, saat dikonfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp, menyebut bahwa papan proyek sebenarnya sudah dipasang.

“Papan proyek sudah dipasang, cuma di Dusun Lamaran,” ucapnya sambil mengirim foto papan informasi proyek tersebut kepada delik.co.id.

Terkait penggunaan material, Baning menegaskan bahwa ukuran besi 8 milimeter untuk tiang dan 4 milimeter untuk cincin sudah sesuai dengan spesifikasi dan RAB.

“Ukuran besi itu sesuai spek dan RAB. Selanjutnya kita bisa ketemu langsung saja ngobrol bareng, tapi sekarang saya mau ke Bekasi dulu,” ujarnya.

Namun, saat kembali dihubungi melalui pesan dan panggilan WhatsApp, Baning yang juga merupakan Ketua KMP Peduli Lingkungan tidak memberikan respon sama sekali.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana KMP Peduli Lingkungan maupun dinas terkait belum dapat dimintai keterangan resmi mengenai dugaan proyek Sanimas di Desa Solokan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi dan tanpa papan informasi tersebut. (man/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *