KARAWANG-Sejumlah warga di Dusun Babakn Banten RT 009/003 Desa Kutajaya Kecamatan Kutawaluya mengeluhkan kondisi proyek Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh telan anggaran Rp189,2 juta yang dikerjakan oleh CV Kairos Sukses Abadi.
Pasalnya, setelah proyek itu dikerjakan malah menimbulkan keluhan warga setempat, di antaranya jalan yang menimbulkan debu tebal setiap hari sehingga mengganggu aktivitas warga.
Bahkan, warga mengaku mulai mengalami batuk, sesak napas, hingga iritasi mata. Seorang warga setempat, Cubling, mengatakan, bahwa debu semakin parah terutama pada siang hari saat cuaca panas.
“Kalau siang itu debunya luar biasa. Kami terpaksa tutup pintu dan jendela terus. Sejumlah warga juga mulai sering batuk sejak proyek selesai dikerjakan,” ujarnya kepada delik.co.id, Selasa (25/11/2025).
Untuk meminimalisir dampak debu, Cubling mengaku membeli dua sak semen untuk menutupi debu.
“Ya terpaksa saya beli dua sak semen biar enggak terlalu parah dampak debunya,” ungkapnya.
Cubling meminta kepada pemerintah daerah atau dinas terkait segera ambil tindakan agar dampak debu tidak lagi mengganggu warga. Ia juga meminta kepada dinas terkait untuk menegur atau bahkan berikan sanki kepada pelaksana akibat dampak proyek yang dikerjakannya.
“Saya sih enggak terlalu paham, apakah pelaksana saat pengerjaannya tidak sesuai RAB dan juknis, yang terpenting sih bagaimana dampak ini bisa diatasi,” tandasnya.
Hingga berita ini terbit, redaksi delik.co.id masih berupaya meminta keterangan pihak pelaksana CV Kairos Sukses Abadi. (red).





