KARAWANG-Dugaan tindak kekerasan yang melibatkan aparatur desa kembali mencuat dan mengundang keprihatinan publik.
Seorang pemuda berinisial NN (23), warga Dusun Dongkal RT 01/01, Desa Dongkal, Kecamatan Pedes, diduga menjadi korban pemukulan oleh seorang oknum Kepala Dusun (Kadus) Desa Kendaljaya.
Informasi tersebut disampaikan Herman, yang mengaku sebagai pihak keluarga korban.
Kepada jurnalis delik.co.id, Herman mengungkapkan bahwa peristiwa bermula saat NN, yang diketahui hidup seorang diri, diduga menjadi sasaran ejekan sekelompok anak-anak di sekitar tempat tinggalnya.
Merasa terganggu, NN disebut sempat melempar batu ke arah anak-anak tersebut. Namun pihak keluarga menegaskan, lemparan itu tidak mengenai siapa pun dan tidak menimbulkan korban.
Situasi justru berkembang menjadi lebih serius. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, seorang pria berinisial WN, yang disebut-sebut menjabat sebagai Kepala Dusun di Desa Kendaljaya, diduga secara spontan melakukan pemukulan terhadap NN.
“Sebagai keluarga, kami jelas tidak terima saudara kami dipukul begitu saja, apalagi oleh oknum yang katanya menjabat sebagai Kepala Dusun,” ujar Herman melalui pesan WhatsApp kepada jurnalis delik.co.id, Selasa (3/2/2026).
Herman menegaskan, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, aparatur desa semestinya bertindak sebagai penengah dan pelindung masyarakat, bukan justru melakukan tindakan kekerasan atau main hakim sendiri.
Untuk memastikan keberimbangan informasi, jurnalis delik.co.id telah berupaya mengonfirmasi WN melalui pesan dan panggilan WhatsApp guna meminta klarifikasi terkait dugaan pemukulan tersebut.
Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban dan justru memblokir kontak jurnalis.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala Desa Kendaljaya, namun nomor kontak yang bersangkutan diketahui sudah tidak aktif. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait dugaan kekerasan yang melibatkan oknum perangkat desa tersebut.
Kasus ini memicu keprihatinan warga, khususnya masyarakat Desa Dongkal dan wilayah sekitarnya. Warga berharap adanya penanganan serius, penegakan hukum yang adil dan transparan, serta sikap tegas dari pemerintah desa maupun instansi terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku masih menunggu itikad baik dan kejelasan dari pihak-pihak terkait. Mereka juga menyatakan tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum apabila persoalan ini tidak segera ditindaklanjuti secara serius. (man/red).





