KARAWANG-Pengelolaan dana penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Baraya Mandiri, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta kembali menuai sorotan publik.
Pasalnya, program ketahanan pangan melalui skema sewa lahan sawah yang bersumber dari dana penyertaan modal BUMDes tersebut diduga tidak berjalan pada musim panen tahun ini.
Direktur BUMDes Baraya Mandiri, Rojak, saat dikonfirmasi di kediamannya beberapa waktu lalu mengakui bahwa pada musim panen saat ini tidak ada kegiatan ketahanan pangan melalui program sewa sawah. Menurutnya, kegiatan tersebut hanya dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
“Di musim panen sekarang tidak ada kegiatan ketahanan pangan sewa sawah. Kegiatan itu dilaksanakan pada tahun kemarin. Saya merasa lelah sendiri, kirain jadi ketua BUMDes cuma tanda tangan saja, tapi hampir semuanya saya yang pegang,” ujar RJK kepada jurnalis delik.co.id.
Saat ditanya mengenai besaran dana penyertaan modal yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan tersebut, ia menyebut sebagian dana masih berada di tangannya dan sebagian lagi berada di bendahara.
“Dana itu hampir Rp200 juta ada di saya dan di bendahara ada Rp50 juta. Bahkan saya berencana mengundurkan diri setelah monev atau pemeriksaan selesai. Nanti anggaran penyertaan modal BUMDes Baraya Mandiri akan diserahkan kepada pihak Pemerintah Desa Kampungsawah,” katanya.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran penyertaan modal untuk BUMDes Baraya Mandiri yang dialokasikan dari 20 persen Dana Desa (DD) Tahap I dan Tahap II Tahun Anggaran 2025 untuk program ketahanan pangan sewa sawah mencapai Rp325.546.000.
Pernyataan Direktur BUMDes tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait tidak adanya kegiatan ketahanan pangan sewa sawah pada musim panen tahun ini, serta sisa anggaran yang belum dijelaskan secara rinci mengenai penggunaannya.
Apabila dana yang disebut masih tersimpan sekitar Rp250 juta, maka masih terdapat selisih anggaran yang perlu dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
Upaya konfirmasi lanjutan Setelah memperoleh nomor kontak baru Direktur BUMDes Baraya Mandiri, jurnalis delik.co.id kembali berupaya meminta penjelasan melalui lewat pesan WhatsApp pada Sabtu (27/6/2026) terkait hasil laba program ketahanan pangan sewa sawah yang telah direalisasikan, serta rincian sisa dan total anggaran penyertaan modal ketahanan pangan dari Tahap I dan Tahap II Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp325 juta lebih.
Menanggapi hal tersebut, Rojak hanya memberikan jawaban singkat.
“Banyak banget Rp325 juta, ini lagi beresin pemberkasan,” ujarnya.
Namun, ketika disinggung mengenai adanya laporan pengaduan masyarakat (Lapdu) ke Unit Tipidkor Polres Karawang terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan BUMDes Baraya Mandiri, tidak ada jawaban lebih lanjut dari yang bersangkutan.
Masyarakat berharap Pemerintah Desa Kampungsawah dan anggota BPD segera memberikan klarifikasi serta menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) secara terbuka terkait pengelolaan dana penyertaan modal BUMDes tersebut.
Langkah itu dinilai penting untuk menghindari polemik berkepanjangan dan memberikan kepastian mengenai penggunaan anggaran yang bersumber dari Dana Desa. Pungkasnya. (man/red).





