KARAWANG-Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang menjadi momentum untuk menata kembali arah pembangunan daerah dengan semangat MOTEKAR : Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif.
Anggota DPRD Jawa Barat Komisi II, H. Budiwanto, S.Si., MM, mengatakan bahwa usia 393 tahun harus menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat Karawang untuk memperkuat fondasi pembangunan sekaligus menyiapkan proyeksi daerah menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, salah satu agenda strategis yang perlu mendapat perhatian adalah memperkuat kembali posisi Karawang sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan Jawa Barat.
“Karawang memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Karena itu, kita perlu menata kembali proyeksi pangan secara lebih terukur agar produktivitas pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjaga surplus pangan sebagai bagian dari kontribusi Karawang terhadap ketahanan pangan Jawa Barat,” ujar H. Budiwanto, Senin (14/9/2026).
Ia menilai, upaya tersebut membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi, mulai dari perlindungan lahan pertanian, tata kelola air dan irigasi, peningkatan produktivitas petani, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan hilirisasi dan pemasaran hasil pertanian.
Namun demikian, legislator dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta) ini menegaskan bahwa masa depan Karawang tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian. Sebagai daerah dengan perkembangan industri yang sangat pesat, kemajuan sektor industri perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan.
“Pertanian, industri, jasa, dan perdagangan jangan ditempatkan sebagai sektor yang berjalan sendiri-sendiri. Justru kekuatan Karawang ada ketika seluruh sektor tersebut saling terhubung dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Menurut H. Budiwanto, pertanian dapat menjadi fondasi ketahanan pangan dan penyedia bahan baku, industri menjadi penggerak investasi dan nilai tambah, sedangkan sektor jasa dan perdagangan memperkuat distribusi serta membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, petani, pelaku UMKM, pekerja, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk membangun ekosistem ekonomi Karawang yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Semangat MOTEKAR, menurutnya, bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi cara bersama dalam menghadapi perubahan.
Maju dalam menetapkan visi pembangunan, optimis melihat potensi daerah, tangguh menghadapi tantangan, efektif dalam menjalankan program, kolaboratif dalam membangun, adaptif terhadap perubahan zaman, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Milangkala ke-393 harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan dalam satu irama, karena pembangunan yang besar tidak mungkin dikerjakan oleh satu pihak saja,” tutur mantan Ketua DPD PKS Karawang tersebut.
Ia optimistis, dengan kekuatan kolaborasi dan pengelolaan potensi yang semakin baik, Karawang dapat tumbuh sebagai daerah yang kuat dalam ketahanan pangan, maju dalam industri, semarak dalam jasa dan perdagangan, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
“Wilujeng Milangkala ka-393 Kabupaten Karawang. Mari kita jadikan MOTEKAR sebagai semangat bersama untuk Karawang yang semakin maju, tangguh, dan sejahtera,” tutupnya. (red).





