Tunjuk PNS Bau Kencur Sebagai Plt Dirut RSUD, DEEP Karawang : Cellica Ceroboh!

Dokter Fitra (tengah) diapit oleh Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana (kiri) dan Wabup H. Aep (kanan).
Dokter Fitra (tengah) diapit oleh Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana (kiri) dan Wabup H. Aep (kanan).

KARAWANG-Penunjukkan dokter Fitra Hergyana menjadi Plt Direktur RSUD Karawang menuai polemik dikalangan masyarakat Karawang.

Hal ini terjadi karena dr Fitra Hergyana dinilai merupakan PNS yang masih tergolong baru alias masih bau kencur, yakni baru satu tahun menjadi PNS.

Bacaan Lainnya

“Selain itu diketahui dr Fitra Hergyana merupakan sepupu Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, tak ayal hal ini memancing silang pendapat di tengah-tengah masyarakat,” kata Pengamat Kebijakan Publik dan Koordinator Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Kabupaten Karawang, Gustiawan, dalam keterangan tertulisnya kepada delik.co.id, Sabtu (5/6/2021).

Dalam pandangan Gustiawan, polemik yang terjadi merupakan hal yang wajar mengingat faktor-faktor itu memang cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, masa kerja dr Fitra Hergyana yang baru satu tahun tapi bisa langsung menduduki jabatan strategis sebagai Plt Direktur Rumah Sakit Plat Merah yang secara demand paling ramai di Karawang.

Baca juga : Dokter Fitra, PNS Masih Bau Kencur Diangkat Jadi Plt Dirut RSUD Karawang

“Ditambah adanya hubungan kekerabatan antara Bupati Cellica sebagai penunjuk dr Fitra semakin membuat suasana tidak elok dilihat. Nuansa nepotisme terkesan tidak bisa dibantah atas penunjukkan ini,” ujarnya.

Publik Karawang lantas mempertanyakan kapabilitas dr Fitra Hergyana dalam menggawangi Rumah Sakit sekelas RSUD. Sebab selain tergolong masih muda, yang bersangkutan juga belum terdengar banyak kiprah dalam urusan manajemen Rumah Sakit.

“Ini salah satu bentuk kecerobohan Cellica dalam memutuskan kebijakan,” tegasnya.

Ia pun memaparkan, kiprah yang paling diketahui publik Karawang adalah saat dr. Fitra ditunjuk menjadi Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang. Namun dengan tugas tersebut dr Fitra hanyalah seorang Jubir, bukan pengambil kebijakan di Satgas itu.

Selain itu kasus Covid-19 di Kabupaten Karawang pun masih tergolong tinggi terbukti dengan status Karawang yang masih belum beranjak ke zona hijau, ini juga meniadi parameter kinerja dr Fitra jika pun dianggap beliau mempunyai pengalaman.

“Sebagai direktur tidak cukup hanya sebagai seorang dokter, tapi harus mempunyai kemampuan dalam hal pengelolaan atau manajemen, sebab setelah menjadi direktur praktis dr Fitra akan di sibukkan dengan urusan administrasi dan pembenahan bukan praktek,” bebernya yang juga Ketua Pemuda Muhammadiyah Karawang ini.

Dengan dasar itu, Menurutnya, keputusan Bupati Cellica Nurrachadiana menunjuk dr Fitra Hergyana sebagai Plt Direktur RSUD merupakan langkah yang kurang hati-hati dan tidak tepat. Seharusnya Bupati Cellica menyadari kondisi dr Fitra, selain merupakan ASN baru yang secara golongan mungkin tentu masih belum mencukupi untuk berada di struktur jabatan itu, dr Fitra juga merupakan sepupu Bupati yang mustahil publik akan menilai obyektif akan keputusan ini.

“Dengan adanya hubungan kekeluargaan dengan Bupati, maka sangat wajar jika publik merasa ini ada aroma nepotisme,” ucapnya.

Oleh karena itu, dirinya menyarankan bupati untuk segera meninjau kembali keputusan ini dan jika sudah memungkinkan segera menunjuk direktur definitif agar polemik ini segera berakhir dan RSUD dapat terus berbenah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Karawang. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *