Pengamat Sebut Tidak Mudah Wujudkan Koalisi Besar Lima Parpol, Ini Alasanya

Pengamat Politik, Gili Argenti.

KARAWANG-Rencana lima parpol besar untuk membentuk koalisi besar agar bisa mengusung calon bupati dan calon wakil bupati di perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karawang tahun 2024 mendapat respon dari pengamat politik, Gili Argenti, M.Si.

Menurut dosen FISIP Unsika ini, sebagai bagian dari komunikasi politik hal itu sah-sah saja dilakukan, bahkan sangat baik untuk dilakukan, sebagai bagian dari penjajakan politik menjelang kontestasi Pilkada.

Bacaan Lainnya

“Meskipun kita sangat paham betul bahwa dunia politik itu sangat dinamis pergerakannya, bahkan tidak jarang kesepakatan politik terjadi dimenit-menit akhir sebelum pendaftaran pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah ke KPUD,” ucapnya yang juga kandidat doktor ilmu politik Unpad ini kepada delik.co.id, Jumat (26/4/2024).

Gili memaparkan, koalisi politik di dalam Pilkada terkadang sangat cair, bahkan tidak jarang mengesampingkan ideologi partai. Kerap kali terlihat hadirnya koalisi antara partai Islam dengan partai nasionalis ketika mengusung kandidat calon kepala dan wakil kepala daerah.

“Karena memang kontestasi politik di dalam Pilkada lebih mengedepankan tokoh. Figur yang bisa diterima masing-masing partai politik, serta memiliki popularitas dan elektabilitas yang berpeluang memenangkan Pilkada,” paparnya.

Pengamat yang aktif menulis soal politik dan pendidikan di sejumlah media massa ini mengatakan, koalisi politik tidak mudah dilakukan kalau misalnya belum terjadi kesepakatan figur atau tokoh yang akan diusung. Dalam konteks Pilkada biasanya figur atau ketokohan kerap menjadi bahan diskusi alot ketika menentukan keanggotaan koalisi. Karena masing-masing partai politik, terlebih memiliki kursi besar di DPRD, mempunyai jagoannya masing-masing

“Diperlukan konsensus politik tidak mudah, proses komunikasi akan berjalan panjang, artinya koalisi partai belum betul-betul dikatakan koalisi permanen, kalau mereka belum satu suara dan satu frekuensi menentukan figur calon kepala dan wakil kepada daerah,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan lima parpol besar di Karawang telah lakukan komunikasi politik untuk membentuk koalisi besar demi mengusung calon bupati dan calon wakil bupati Karawang dalam Pilkada Karawang 2024.

Kelima parpol tersebut adalah Gerindra, Demokrat, Golkar, PKS dan PDIP.  Total kursi kelima parpol raihan Pemilu 2024 kemarin berjumlah 35 kursi. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *