Kader Golkar : Patut Diwaspadai Netralitas Penyelenggara Pemilu Paska Farid Loncat ke Demokrat

Budi Nurcahyo
Budi Nurcahyo

KARAWANG-Loncatnya Miftah Farid ke Partai Demokrat bahkan nyaleg di daerah pemilihan (dapil) V di Pemilu 2024 usai mundur dari Ketua KPU Kabupaten Karawang menimbulkan kritikan dan kecurigaan publik.

Pasalnya, Farid mundur dari KPU Kabupaten Karawang setelah insfrastruktur badan adhoc seperti PPK, PPS dan KPPS selesai dibentuk.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan oleh Kader Golkar Karawang, Budi Nurcahyo, kepada delik.co.id, Jumat (12/5/2023).

“Kita menghargai apapun yang menjadi keputusan setiap orang, serta ada pendapat tidak ada aturan manapun yang dilanggar Farid, saya pribadi sangat setuju. Tetapi pada persoalan mantan ketua KPUD yang mundur dan menjadi salah satu bacaleg menurut saya menjadikan sebuah pertanyaan besar. Mengapa beliau mengundurkan diri pada saat tahapan tahapan Pemilu 2024 sudah berjalan dan detik-detik penyerahan berkas bacaleg. Mengapa tidak mundur jauh-jauh hari sebelum tahapan Pemilu 2024 dimulai,” katanya.

Ia tidak mempermasalahkan ketika mantan komisioner KPU Karawang seperti Emay Ahmad Maehi dan Adam Bachtiar ikut dalam kontestasi di Pemilu 2024 lantaran mereka berdua sudah mundur jauh-jauh hari sebelum masuk parpol dan proses pencalegan dimulai.

“Bayangkan empat komisioner tersisa yang sudah terbiasa makan minum bareng dengan Farid mereka bisa netral? Chemistry mereka dengan Farid sudah terbangun dekat sejak lama. Syukur kalau mereka bisa netral, tapi ya kecil kemungkinan bisa netral,” ujarnya.

Justru dirinya merasa kasihan juga dengan penyelenggara pemilu lainnya lantaran ada beban di mereka lantaran bakal menjadi bidikan parpol lainnya walaupun mereka tetap berbicara netralitas.

“Mereka pasti disorot lebih besar gegara Farid nyaleg,” tandasnya.

Terpisah, delik.co.id berupaya meminta tanggapan Miftah Farid terkait kritikan publik yang dilayangkan kepadanya gegara ia mundur dari Ketua KPU Karawang kemudian nyaleg di Dapil V melalui Partai Demokrat.Tetapi Farid memilih bungkam. (red).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar