KARAWANG-Kontestasi pemilihan kepala desa (Pilkades) Cikampek Timur mulai memanas dengan munculnya sosok baru yang mencuri perhatian.
Karina Widya Heriyanto, seorang perempuan muda yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial masyarakat, resmi menyatakan diri maju sebagai calon kepala desa.
Keputusan Karina untuk ikut bertarung dalam Pilkades bukan tanpa alasan. Ia mengaku ingin membawa perubahan nyata sekaligus mematahkan stigma bahwa kepemimpinan desa masih didominasi oleh kaum laki-laki dan perempuan sekedar pelengkap.
“Sudah saatnya perempuan juga diberi ruang dan kepercayaan untuk memimpin. Saya ingin membuktikan bahwa perempuan mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi desa,” ujar Karina kepada awak media, Selasa (28/4/2026).
Dengan mengusung jargon “Cikampek Timur Maju”, Karina mengajak masyarakat untuk menyambut Pilkades yang akan digelar pada November 2026 mendatang sebagai momentum kebersamaan, bukan perpecahan.
“Mohon doa dan restunya. Saat ini saya juga sedang meminta izin dan dukungan dari keluarga agar bisa maju dalam Pilkades,” ujar Karina dengan penuh harap.
Perjalanan Karina tidak instan. Ia tumbuh dan berproses dari bawah, mengenal denyut kehidupan masyarakat desa secara langsung. Pengalamannya di dunia jurnalistik membentuk kepekaan terhadap persoalan sosial, sementara keterlibatannya di pemerintahan desa memberinya pemahaman tentang tata kelola dan pelayanan publik.
Saat ini, Karina menjabat sebagai Direktur BUMDes Cikampek Timur. Sebelumnya, ia aktif di Karang Taruna sejak 2016 dan kemudian tercatat menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2021–2025.
Lebih dari satu dekade mengabdi di lingkungan desa menjadi modal berharga dalam langkahnya menuju kontestasi Pilkades. Ia memahami bahwa membangun desa bukan hanya soal program, tetapi juga soal kehadiran pemimpin yang mampu mendengar dan merangkul seluruh lapisan masyarakat.
“Inshaallah, saya siap,” tegasnya mantap.
Visi Misi
Dalam visinya, Karina menaruh perhatian besar pada sektor ekonomi sebagai fondasi kemandirian desa. Ia berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, desa yang maju adalah desa yang masyarakatnya berdaya.
“Kita harus membuka peluang ekonomi baru. Masyarakat harus punya kesempatan untuk berkembang dan mandiri secara finansial,” jelasnya.
Selain itu, Karina juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, pemuda, dan kelompok perempuan dalam membangun ekosistem yang inklusif. Ia percaya, kemajuan desa hanya dapat tercapai jika semua pihak dilibatkan.
Langkah Karina ini pun menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda di desa—bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari desa, perubahan besar bisa dimulai.
Di tengah arus perubahan zaman, kehadiran figur seperti Karina menunjukkan bahwa semangat Kartini tidak pernah padam. Ia hidup dalam keberanian perempuan untuk melangkah, bersuara, dan mengambil peran dalam menentukan arah masa depan.
Karina menegaskan, niatnya maju dalam Pilkades bukan asal-asalan, melainkan sebagai bentuk pengabdian.
“Saya ingin Cikampek Timur benar-benar maju, bukan hanya dalam pembangunan fisik, tapi juga kualitas manusianya,” ujarnya.
Dengan tekad dan pengalaman yang dimiliki, Karina Widya Heriyanto kini berdiri sebagai simbol perempuan desa yang berani tampil, siap memimpin, dan membawa perubahan, sebuah potret nyata Kartini masa kini di tanah Karawang.
Meski menghadapi tantangan dan persaingan yang tidak mudah, Karina tetap optimistis. Ia percaya dukungan masyarakat akan menjadi kunci utama dalam memenangkan kontestasi Pilkades Cikampek Timur. (red).





