Wujudkan Ketahanan Pangan di Karawang, H. Budiwanto Dorong Penguatan Ekosistem Agribisnis

H. Budiwanto, S.Si., M.M., (berdiri) saat reses di Desa Tegal Sawah Kecamatan Karawang Timur.

KARAWANG-Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si., M.M., menegaskan pentingnya penguatan ekosistem agribisnis sebagai strategi utama dalam meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat agenda reses di Kelurahan Tegalsawah, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, peningkatan produksi sektor pertanian tidak dapat hanya bertumpu pada petani semata, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak dalam sebuah ekosistem yang saling menguatkan.

“Untuk meningkatkan produksi tanaman pangan, peternakan, maupun perikanan di tengah masyarakat, pemerintah perlu mendorong terbentuknya ekosistem agribisnis yang kuat. Di dalamnya harus terbangun pola circular farming dan kerja sama yang saling menguntungkan antara petani, perbankan, pemerintah, serta masyarakat sebagai pengguna hasil produksi pangan,” ujar Budiwanto.

Ia menegaskan, konsep tersebut menempatkan seluruh pihak dalam hubungan yang saling membutuhkan. Perbankan membutuhkan nasabah yang produktif, petani membutuhkan akses permodalan yang mudah dan terjangkau, pemerintah membutuhkan peningkatan produksi untuk menjaga ketahanan pangan, sementara masyarakat membutuhkan ketersediaan bahan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau.

“Ketika ekosistem ini terbentuk dengan baik, maka akan terjadi keseimbangan bisnis di sektor pertanian. Tidak ada pihak yang berjalan sendiri-sendiri. Semua saling mendukung dan saling mengisi sesuai perannya masing-masing,” kata legislator dari Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta).

Sambut Baik PUMK

H. Budiwanto menjelaskan bahwa salah satu faktor yang sering menjadi kendala bagi petani adalah akses permodalan. Karena itu, ia menyambut baik hadirnya Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) yang dinilai dapat menjadi alternatif pembiayaan yang lebih ringan bagi petani dibandingkan skema kredit komersial pada umumnya.

“Program PUMK merupakan salah satu instrumen pembiayaan yang sangat potensial membantu petani. Bahkan dari sisi bunga, program ini relatif lebih ringan dibandingkan beberapa skema pembiayaan lainnya. Karena itu, saya sangat mendukung penguatan dan perluasan akses program ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Mantan Ketua DPD PKS Karawang in berharap perbankan yang ditunjuk sebagai penyalur program dapat memberikan kemudahan layanan, pendampingan, dan edukasi kepada para petani agar mereka mampu memenuhi persyaratan administrasi dan mengakses pembiayaan secara optimal.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan para petani agar memiliki komitmen yang kuat dalam memanfaatkan pinjaman secara produktif dan bertanggung jawab.

“Petani harus memastikan bahwa dana yang diperoleh benar-benar digunakan untuk meningkatkan usaha dan produktivitas. Jika produksi meningkat dan usaha berkembang, maka perputaran dana akan sehat, tingkat pengembalian pinjaman terjaga, dan manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi II DPRD Jawa Barat yang membidangi ekonomi dan ketahanan pangan, Budiwanto menilai kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha pertanian, serta masyarakat merupakan kunci dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Karawang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Potensi besar ini harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui kebijakan yang berpihak kepada petani, dukungan pembiayaan yang mudah diakses, serta pembangunan ekosistem agribisnis yang sehat dan berkelanjutan. Dengan demikian, kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan daerah maupun nasional semakin kuat,” pungkasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *