Anggota DPRD Kabupaten Karawang, Pipik Taufik Ismail.

KARAWANG-Anggota legislatif (Aleg) DPRD Kabupaten Karawang, Pipik Taufik Ismail, mengaku prihatin Pemkab Karawang yang dinahkodai Cellica Nurrachadiana dinilai menganaktirikan pembangunan di wilayah Karawang Utara.

Cellica dianggap lebih mengutamakan pembangunan di wilayah perkotaan dengan adanya proyek pembangunan Alun-alun Karawang Kota yang menelan anggraan capai puluhan miliar rupiah.

Rencana pembangunan Alun-alun Karawang.

“Saya sih prihatin saja ya. Bukan saya tidak setuju dengan pembangunan Alun-alun yang anggarannya dari Pemprov Jabar, tapi kok kenapa tata kota terus ya, sementara wilayah pesisir Karawang Utara tampak diabaikan,” kata Kang Pipik kepada delik.co.id, Kamis (19/5/2022).

Menurutnya, pembangunan Alun-alun untuk saat ini tidak terlalu urgent dibandingkan pembangunan insfrastruktur wilayah Karawang Utara yang kondisinya perlu penanganan sesegera mungkin.

“Saya juga enggak ngerti apakah Ridwan Kamil (Gubernur Jabar) mengerti kondisi insfrastruktur di Karawang yang ada di pelosok-pelosok pada hancur, sehingga lepas dari perhatian beliau,” ujarnya.

Ia mengaku heran, venue-venue yang dibangun Pemkab Karawang di wilayah perkotaan, seperti Lapangan Karangpawitan, Kampung Budaya dan Bunderan Hotel Novotel kondisinya saat ini tampak tak terawat dan tak terurus setelah dibangun.

“Saya enggak tahu siapa yang salah dalam hal ini. Tapi bisa enggak sih Pemkab Karawang nego dana provinsi untuk bantu di wilayah Karawang Utara atau wilayah lain yang insfrastrukturnya hancur,” pungkasnya. (red).