KARAWANG-Peluncuran sebuah platform online yang memuat karya tulis berupa artikel dan makalah dari masyarakat yakni Jurnal Ilmiah Karawang (JIKA) oleh Bappeda Karawang diapresiasi kalangan akademisi.
Dr. Budi Rismayadi, S.E., M.M., seorang akademisi dari Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, mengatakan, dengan adanya peluncuran JIKA menunjukan Pemkab Karawang sudah mulai membuka kesempatan dan motivasi kepada masyarakat tentang pentingnya penelitian dalam mendukung pembangunan daerah.
Namun Budi yang juga Wakil Rektor II UBP Karawang ini mengingatkan bahwa yang dibutuhkan bukan saja sekedar hanya media publikasi hasil riset saja tetapi terutama juga untuk menghasilkan berbagai solusi dan inovasi.
“Sebetulnya yang jauh lebih penting adalah bagaimana dapat tercipta kolaborasi riset yang melibatkan berbagai pihak untuk menghasilkan inovasi baru yang dapat digunakan oleh masyarakat sehingga menciptakan manfaat yang lebih besar dan untuk itu tentu membutuhkan biaya riset yang cukup besar dan tidak mungkin didanai secara pribadi,” ujarnya kepada delik.co.id, Rabu (1/1/2025).
Agar hasilkan artikel berbobot, ia mendorong agar kedepan Pemkab Karawang juga meluncurkan program hibah penelitian kompetitif dan kolaboratif antar lembaga riset baik perguruan tinggi, perusahaan dan pemerintah dengan masyarakat.
“Tujuannya agar dapat menghasilkan peneliti yang betul-betul dibutuhkan oleh Pemkab Karawang,” ungkapnya.
Untuk diketahui, JIKA ini bertujuan untuk mendorong partisipasi publik dalam memberikan solusi atas berbagai permasalahan di Karawang serta membangun ekosistem riset dan inovasi di daerah tersebut.
JIKA akan terbit dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Setiap edisi akan memuat 10 jurnal terbaik yang dipilih melalui proses seleksi. Karya yang terpilih untuk dimuat akan mendapatkan penghargaan berupa uang saku.
Ruang lingkup dari JIKA bersifat multi disiplin ilmu dan multi sektor yang dapat menunjang upaya pembangunan yang berkelanjutan khususnya di Kabupaten Karawang. Ruang lingkup tersebut meliputi:
1. Pendidikan dan Kebudayaan
2. Kesehatan
3. Ekonomi dan Manajemen
4. Teknik dan Teknologi Informasi
5. Lingkungan Hidup
6. Hukum dan Pemerintahan
7. Pertanian dan Perikanan
8. Ilmu Sosial dan Humaniora. (red).





