KARAWANG-Buruknya kondisi lapang di Kantor Kecamatan Jayakerta kembali menuai keluhan warga. Setiap kali hujan turun, area lapang yang berada di depan kantor kecamatan tersebut berubah menjadi becek dan berlumpur kumuh, sehingga mengganggu kenyamanan serta kelancaran pelayanan administrasi publik, Selasa (10/2/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air bercampur lumpur menutupi sebagian besar akses masuk kantor kecamatan. Warga yang hendak mengurus berbagai keperluan administrasi terpaksa berjalan ekstra hati-hati. Bahkan, tidak sedikit yang harus melepas alas kaki demi menghindari terpeleset. Kondisi tersebut dinilai jauh dari standar pelayanan publik yang layak.
Seorang warga, Karmo, mengungkapkan, persoalan lapang becek itu bukan kali pertama terjadi dan seolah dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius.
“Ini bukan kejadian baru. Setiap musim hujan selalu seperti ini. Kantor kecamatan itu pusat pelayanan masyarakat, tapi akses dasarnya saja tidak diperhatikan,” keluhnya.
Tak hanya berdampak pada warga, kondisi lapang yang becek juga menghambat aktivitas aparatur kecamatan. Mobilitas pegawai menjadi terbatas, sementara tamu dari desa-desa kerap mengeluhkan sulitnya akses menuju kantor kecamatan.
Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk melakukan penataan permanen, seperti pengerasan lapang atau perbaikan sistem drainase. Padahal, persoalan tersebut tergolong mendasar dan seharusnya dapat diantisipasi melalui perencanaan anggaran yang tepat.
Warga pun mendesak Pemerintah Kecamatan Jayakerta serta Pemerintah Kabupaten Karawang agar tidak menutup mata dan segera mengambil tindakan nyata. Mereka berharap fasilitas kantor pemerintahan, khususnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, tidak terus dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan. (man/red).





