KARAWANG-Kampus negeri Universitas Singaperbagsa Karawang (Unsika) sedang jadi sorotan publik. Pemicunya terkait pengadaan 80 kontainer untuk dijadikan 40 kelas kabin (dua kontainer jadi satu kelas kabin-red) dengan menelan anggaran Rp6,4 miliar.
Kabarnya, sumber anggaran Rp6,4 miliar itu dari dana BLU. Guna memvalidasi kabar tersebut, redaksi delik.co.id berupaya meminta penjelasan melalui pesan singkat WhatsApp kepada Kepala Biro Umum dan Keuangan Unsika, Kurniawan, apakah benar anggaran pengadaan 80 kontainer bersumber dari BLU.
Namun hingga berita ini terbit, Kurniawan enggan memberikan klarifikasi alias bungkam.
Terpisah, Direktur Ghazali Center (GC), Lili Ghazali, angkat bicara terkait bungkamnya Kurniawan.
Menurut Lili, sebagai pejabat berwenang, Kurniawan seharusnya memberikan penjelasan terkait konfirmasi awak media yang mempertanyakan sumber anggaran pengadaan 80 kontainer apakah dari BLU atau bukan.
“Saya kira materi yang ditanya awak media bukanlah masuk jenis informasi rahasia,” kata Lili.
Menurut Lili, jika sumber anggarannya dari BLU, maka berdasarkan sepengetahuannya itu tidak diperbolehkan. Lantaran pengadaan 80 kontainer untuk 40 unit kelas kabin dianggap sebagai bentuk sarana dan prasarana
“Dasarnya ya dari buku panduan Manual Pengelolaan Satker BLU Bidang Layanan Pendidikan yang diterbitkan oleh Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu RI,” tegasnya.
Atas dasar sejumlah kejanggalan yang didapatkannya, maka GC akan layangkan surat audiensi ke pihak Rektorat Unsika dalam Waktu dekat.
“Sebelum kami buat laporan ke APH, kami akan audiensi dahulu dengan rektorat. Dalam Waktu dekat surat permohonan audiensi kami kirim,” tutupnya. (red).





