Diduga Jadi Korban TPPO ke Oman, GABBAR Siap Bantu Pulangkan Eva ke Karawang

Ketua Umum GABBAR Dede Jalaludin, S.H.

KARAWANG-Seorang warga Desa Medang Asem Kecamatan Jayakerta Eva Nursova diduga jadi korban tindak pidana penjualan orang (TPPO)  ke Timur Tengah Oman.

Ketua Umum GABBAR Indonesia, Dede Jalaludin, S.H., mengaku prihatin atas tragedi tersebut. Ia pun berupaya dengan telah mengambil sejumlah langkah untuk membantu kepulangan Eva ke keluarganya di Karawang.

Bacaan Lainnya

“Beberapa upaya sudah kami lakukan, termasuk menemui pihak sponsor yang memberangkatkan korban serta berdiskusi dengan Ketua DPD Forum Perlindungan Migrasi Indonesia (FPMI), H. Entang,” ujar Dede, yang akrab disapa Bang DJ, Selasa (11/3/2025).

Dari hasil pertemuan tersebut, terungkap bahwa keberangkatan Eva ke Oman dilakukan secara ilegal tanpa melalui prosedur resmi.

“Jelas ada indikasi TPPO di sini. Korban diberangkatkan tanpa prosedur yang benar,” kata Bang DJ.

Sebagai pihak yang mendapat kuasa dari korban, Bang DJ juga berencana menempuh jalur hukum terhadap sponsor berinisial ASB, akun Facebook bernama Dida, serta seseorang berinisial NB yang diduga mengantar korban dari Malaysia ke Oman.

“Dalam proses keberangkatan, Eva sempat dinyatakan tidak lolos medical check-up. Namun, pihak sponsor tetap mengurus visanya secara ilegal dengan menggunakan visa wisata, bukan visa kerja,” ungkap Bang DJ.

Selain itu, pihak sponsor juga tidak dapat memberikan kejelasan mengenai perusahaan penyalur tenaga kerja yang bertanggung jawab atas keberangkatan Eva.

GABBAR Indonesia juga akan melayangkan surat klarifikasi kepada Imigrasi Jakarta Timur terkait penerbitan paspor korban. Selain itu, surat permohonan audiensi akan dikirimkan ke Kementerian terkait, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta Komisi IV DPRD Karawang.

“Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Bahkan, kami sudah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Karawang, yang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kami,” tegas Bang DJ.

Sebelumnya viral di media sosial, seorang pekerja migran asal Karawang, Jawa Barat, bernama Eva Nursova, mengunggah video permohonan bantuan. Dalam video tersebut, Eva mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi selama bekerja di Oman.

Wanita yang berasal dari Dusun Babakan, Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta itu, mengungkapkan bahwa dirinya ditipu oleh agen tenaga kerja di Karawang. Ia berangkat menggunakan visa wisata, sementara paspornya ditahan oleh pihak agency.

Di Oman, ia malah dipekerjakan di rumah sopir agency tanpa bayaran dan dipaksa bekerja dari pagi hingga larut malam. Lebih tragis lagi, Eva hanya diberi makan sekali sehari pada pukul 01.00 dini hari.

Dalam kondisi terdesak, Eva meminta bantuan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Karawang Aep Syaepuloh.

“Tolong Pak Presiden Prabowo, Pak Gubernur Jabar Kang Dedi, dan Pak Bupati Karawang Haji Aep. Saya ingin pulang, ibu saya sakit,” ujar Eva dengan suara penuh harap dalam videonya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki uang sepeser pun dan merasa terjebak di Oman tanpa jalan keluar.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan perlindungan tenaga kerja migran Indonesia, terutama yang berangkat melalui jalur ilegal. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait nasib Eva di Oman. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *