KARAWANG-Gelombang kedua arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan memuncak pada akhir pekan ini. Berdasarkan prediksi dari pihak kepolisian, sekitar 200 ribu kendaraan yang belum kembali ke wilayah Jakarta dan sekitarnya berpotensi melintasi Kabupaten Karawang pada 28–29 Maret 2026.
Lonjakan volume kendaraan tersebut diperkirakan akan terjadi baik di jalur tol maupun jalan arteri, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik rawan, khususnya di jalur utama penghubung Karawang menuju Jakarta.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan Jabar X (Karawang-Purwakarta), H. Budiwanto, S.Si., M.M., mengimbau kepada seluruh masyarakat, baik para pemudik maupun warga yang beraktivitas sehari-hari, untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur-jalur yang dilalui kendaraan arus balik.
Ia menekankan bahwa masyarakat yang menggunakan jalan arteri agar lebih berhati-hati, mengingat jalur tersebut juga akan menjadi alternatif bagi kendaraan pemudik ketika terjadi kepadatan di jalan tol.
“Berdasarkan prediksi dari kepolisian, akan terjadi lonjakan kendaraan cukup besar di wilayah Karawang. Untuk itu, kami mengimbau kepada para pemudik maupun masyarakat yang beraktivitas agar tetap berhati-hati saat melintas di jalur arteri maupun jalur utama lainnya,” ujarnya.
Selain itu, pengguna jalan juga diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kendaraan dalam keadaan prima guna menghindari risiko kecelakaan di tengah tingginya volume lalu lintas.
Dengan meningkatnya arus kendaraan pada puncak arus balik jilid II ini, sinergi antara masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat menjaga kelancaran serta keselamatan bersama di jalan raya. (red).





