PURWAKARTA-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Komisi II, H. Budiwanto, S.Si., M.M., menegaskan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur dan penguatan UMKM sebagai kunci untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat hingga mencapai target ambisius 7 hingga 8 persen dalam lima tahun ke depan.
Menurut H. Budiwanto, langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tengah mengakselerasi pembangunan infrastruktur—mulai dari akses jalan, jaringan irigasi, hingga sektor pendidikan dan kesehatan—merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan wilayah. Namun, menurutnya, kebijakan ini akan menjadi lebih sempurna jika diiringi dengan perhatian serius terhadap pemberdayaan usaha kecil dan menengah yang tersebar di seluruh pelosok daerah.
“Pembangunan fisik memang vital, tetapi muatan ekonomi masyarakat juga harus bergerak bersamaan. UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Ketika mereka diberdayakan melalui akses teknologi, permodalan, dan pembukaan pasar yang luas, maka ekonomi Jawa Barat akan tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” ungkap legislator Dapil X Jabar (Karawang-Purwakarta), Senin (5/5/2025).
Ia mendorong agar perangkat daerah sebagai leading sektor benar-benar memfokuskan program-program strategis yang menyentuh langsung pelaku usaha kecil, termasuk pendampingan teknis, penguatan branding produk, hingga digitalisasi pemasaran.
“Kalaulah ada pendampingan bagi pedagang baik management usaha dan permodalan seperti penjual nasi uduk, penjual cilok, bakso, penjual karedok, tukang pindang, penjual sayuran keliling dan lain-lain maka proses jual beli akan tumbuh berkembang,” ucap Ketua PKS Karawang ini
Ia menambahkan, jika rantai jual beli antara produsen, konsumen, dan lembaga pembiayaan berjalan lancar dan terintegrasi, maka daya beli masyarakat akan meningkat disamping memperkuat dunia industri menengah dan juga kawasan. Hal ini tentu berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat menghadapi dinamika global.
“Dengan infrastruktur yang terbangun dan UMKM yang kuat, maka Jawa Barat tidak hanya akan menjadi provinsi yang kompetitif, tetapi juga berdaya tahan tinggi terhadap krisis. Ini investasi jangka panjang untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (red).





