Dukungan Warga kepada Halim Topan untuk Pimpin Desa Wadas Makin Manguat, Usung Desa Wadas Bahagia

Halim Topan (berdiri) saat konsolidasi bersama tim dan warga.

KARAWANG– Dukungan warga terhadap Halim Topan untuk memimpin Desa Wadas Kecamatan telukjambe Timur dalam Pilkades  Wadas 2026 semakin menguat.

Sosok yang sudah terdaftar sebagai bakal calon Kades Wadas sejak 2 September 2026 tersebut dinilai memiliki gagasan dan komitmen untuk membawa perubahan bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Mendapat dukungan kuat warga, Halim Topan terus memperkuat konsolidasi bersama tim, relawan, dan masyarakat. Pertemuan yang digelar di kediamannya di Dusun Wadas Pintu Air tampak dihadiri warga secara bergelombang. Sejumlah perwakilan dari beberapa dusun datang untuk menyampaikan aspirasi dan menyerahkan data dukungan kepada tim.

Di hadapan para relawan dan pendukungnya, Halim Topan menegaskan keinginannya membawa Desa Wadas menjadi desa yang lebih tertata, maju, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang semakin baik.

Menurutnya, posisi Desa Wadas yang berada di wilayah strategis membuat pembangunan desa harus mendapat perhatian serius.

“Desa Wadas adalah wajah depan Kabupaten Karawang. Kita harus menata desa ini menjadi lebih baik, baik pembangunan fisik maupun sumber daya manusianya. Perubahan Desa Wadas ada di tangan kita. Desa Wadas harus bahagia,” ujar Halim Topan, Minggu (6/9/2026).

Kalimat tersebut kemudian menjadi semangat yang diusung melalui tagline “Desa Wadas Bahagia.”

Dukungan Dipetakan, Tim Sebut Angka 61,9 Persen

Dalam agenda konsolidasi tersebut turut hadir Mahar Kurnia, yang memaparkan hasil pemetaan partisipasi publik dan dukungan terhadap kandidat.

Mahar mengatakan, pemetaan telah dilakukan sejak April 2026 dengan menurunkan tim lapangan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Desa Wadas.

Metode yang digunakan oleh tim disebut LISA (Low Investigation and Strong Analisa). Pemetaan dilakukan melalui koresponden dan sampling masyarakat di tiga wilayah, yaitu Dusun Karaba, Dusun Ciherang, dan Dusun Wadas.

Berdasarkan rekap internal yang dikumpulkan untuk periode 4 Juli hingga 4 September 2026, Mahar menyebut tingkat dukungan yang teridentifikasi kepada Halim Topan berada pada angka 61,9 persen.

Namun, Mahar menegaskan bahwa angka tersebut merupakan pemetaan internal dan bukan hasil survei resmi atau jaminan kemenangan.

“Ini adalah potret awal berdasarkan masyarakat yang menjadi koresponden dalam sampling yang kami lakukan. Dinamika politik masih sangat mungkin berubah. Masih ada waktu sampai pemungutan suara dan masih terdapat masyarakat yang belum menentukan pilihan,” kata Mahar.

Menurutnya, justru kelompok masyarakat yang belum menentukan pilihan menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh seluruh kandidat.

Modal Pengalaman Pemerintahan Desa

Halim Topan juga membawa pengalaman sebagai mantan Ketua BPD Desa Wadas. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang dikedepankan timnya karena dinilai memberikan pemahaman terhadap mekanisme pemerintahan desa dan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Selain pengalaman tersebut, status sebagai warga asli Wadas juga menjadi bagian dari narasi pencalonannya.

Meski demikian, keunggulan dalam pemetaan awal tidak otomatis menentukan hasil Pilkades. Pilihan masyarakat pada hari pemungutan suara tetap menjadi faktor utama.

Bukan Sekadar Menang, Tapi Membawa Perubahan

Bagi tim Halim Topan, konsolidasi yang dilakukan saat ini bukan semata-mata mengejar angka dukungan, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat di setiap dusun.

Para relawan didorong untuk terus turun ke lapangan, mendengarkan persoalan warga, menjaga komunikasi, dan menyampaikan gagasan pembangunan secara santun.

Mahar menyebut perjalanan menuju 22 November masih panjang.

“Angka hari ini bukan garis finis. Ini baru bagian dari perjalanan. Yang paling penting adalah bagaimana tim menjaga kepercayaan masyarakat, bekerja secara konsisten, dan menghadirkan gagasan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga Wadas,” ujarnya.

Dengan waktu menuju pencoblosan yang semakin dekat, persaingan Pilkades Desa Wadas diperkirakan akan semakin dinamis.

Mahar menyebutkan, HHalim Topan dan timnya kini membawa satu pesan utama “Desa Wadas Bahagia.”

“Apakah tagline tersebut mampu diterjemahkan menjadi kepercayaan masyarakat dan kemenangan pada 22 November 2026? Jawabannya akan ditentukan oleh masyarakat Desa Wadas melalui suara mereka,” ungkapnya.

Yang pasti, kata Mahar, pesta demokrasi desa bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi tentang bagaimana seluruh masyarakat Wadas dapat menentukan masa depan desanya secara damai, demokratis, dan bermartabat. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *