GARUT-Serabut kelapa yang selama ini kerap dianggap tak bernilai, bahkan dibakar hingga menimbulkan polusi, kini justru mampu mendatangkan devisa negara. Di tangan para pengrajin kreatif, limbah desa ini diolah menjadi produk bernilai tinggi dan diekspor hingga ke mancanegara.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap ide dan gagasan tersebut.
“Bagaimana tidak, serabut kelapa yang dulu hanya dibuang, kini bisa menjadi berbagai macam produk, mulai dari tambang untuk kapal laut, tirai, hingga bahan baku jok mobil kelas dunia seperti Mercy,” ungkap Budiwanto usai melakukan kunjungan ke salah satu pengusaha serabut kelapa di Garut.

Tak hanya itu, dengan sentuhan teknologi sederhana, serabut kelapa juga bisa diubah menjadi pot bunga yang unik, antik, sekaligus ramah lingkungan. Menurut Budiwanto, model usaha seperti ini harus terus dikembangkan karena terbukti mampu menciptakan lapangan kerja luas, terlebih di daerah-daerah penghasil kelapa yang tersebar di Jawa Barat.
Dalam kunjungannya, H. Budiwanto juga mengungkapkan kekagumannya karena usaha ini melibatkan banyak tenaga kerja, termasuk para penghuni lapas yang diberdayakan untuk pengerjaan finishing produk. “Mereka mendapat insentif dan bisa tetap produktif meski berada di balik jeruji. Ini bukti bahwa usaha berbasis desa juga bisa memberi manfaat sosial,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keterlibatan anak muda dalam memulai dan mengembangkan usaha berbasis desa ini. Menurutnya, kreativitas dan inovasi generasi muda sangat dibutuhkan agar potensi lokal dapat terus bertransformasi menjadi produk global.
“Anak-anak muda harus berani memulai. Inovasi mereka akan melahirkan lapangan kerja baru yang sangat berarti bagi pengurangan angka pengangguran,” ujarnya.
Budiwanto juga mendorong agar pemerintah kabupaten/kota hingga provinsi, khususnya dinas perdagangan dan industri, aktif mencari ide dan terobosan untuk mengoptimalkan potensi daerah.
“Pengelolaan limbah seperti serabut kelapa ini tidak hanya mengurangi pengangguran, tetapi juga meningkatkan daya saing daerah di pasar global,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat, Budiwanto berkomitmen untuk terus mengkampanyekan pentingnya penciptaan lapangan kerja melalui pemanfaatan potensi lokal.
Ia juga mendorong agar konsentrasi anggaran APBD diperbesar untuk merealisasikan program-program yang langsung berdampak pada penurunan angka pengangguran di Jawa Barat. (red).





