H. Budiwanto Sebut Alsintan Jadi Penopang Utama Tingkatan Produksi Padi Pascapanen

KARAWANG-Alsintan seperti Combine Harvester kembali terbukti menjadi salah satu teknologi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen padi di Jawa Barat.

Hal ini disampaikan oleh H. Budiwanto, S.Si., M.M., anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS yang juga duduk di Komisi II, saat melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah Gapoktan penerima bantuan alsintan di Kabupaten Karawang.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Budiwanto menegaskan bahwa pemanfaatan Combine Harvester telah membawa dampak signifikan terhadap efisiensi waktu panen dan kualitas gabah.

Ia mencontohkan, pada lahan seluas 30 hektare, proses panen dapat diselesaikan kurang dari 10 hari, jauh lebih cepat dibandingkan metode manual yang bisa memakan waktu hingga tiga minggu.

H. Budiwanto (kanan) bersama para petani.

“Dengan alsintan Combine Harvester, hasil panen lebih cepat, bersih, dan tingkat kehilangan gabah atau lossing bisa ditekan di bawah 2 persen. Ini sangat menguntungkan petani karena kualitas gabah meningkat,” ujar H. Budiwanto saat meninjau lokasi panen di Karawang.

Wakil rakyat dari Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta) juga menyebutkan bahwa penggunaan alsintan membuat harga jual gabah di tingkat petani ikut terangkat. Bila harga standar pemerintah berada pada kisaran Rp6.500 per kilogram, maka gabah hasil panen menggunakan Combine Harvester bisa mencapai Rp7.200 per kilogram atau bahkan lebih, karena butir gabah lebih bersih dan kadar kotoran rendah. Kondisi ini secara langsung meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Ketika kualitas gabah naik, otomatis harga ikut naik. Ini bukti bahwa teknologi pertanian bukan sekadar alat, tetapi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas mantan Ketua DPD PKS Karawang dua periode ini.

H. Budiwanto berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke depan dapat memperluas bantuan alsintan, tidak hanya Combine Harvester, tetapi juga rotavator, rice transplanter, dryer, dan alat penyimpanan pasca panen lainnya. Menurutnya, rantai produksi pangan tidak hanya berhenti pada panen, tetapi juga olah tanah, tanam, dan pasca panen.

“Kalau alsintan lengkap, petani bisa bekerja lebih cepat, efisien, dan hasilnya pun berkualitas. Ini investasi yang sangat strategis untuk ketahanan pangan Jawa Barat,” jelas anggota dewan asal Dapil Jabar X itu.

Tak hanya alsintan, H. Budiwanto juga mendorong pemerintah agar memperbanyak bantuan pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah dan menjaga keberlanjutan produksi.

“Tanah yang sehat menghasilkan padi yang sehat. Pupuk organik sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kesuburan tanah yang selama ini banyak mendapat tekanan dari penggunaan pupuk kimia,” tambahnya.

Selain itu, H. Budiwanto menekankan pentingnya pemerintah memperkuat program pendampingan kepada Gapoktan dan petani muda, terutama dalam penggunaan teknologi pertanian modern dan manajemen usaha tani. Dengan demikian, transfer teknologi berjalan optimal dan petani dapat memaksimalkan alat secara efisien.

Ia juga mengingatkan bahwa Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional harus terus diperkuat melalui modernisasi pertanian, pembangunan infrastruktur irigasi, serta kemudahan akses permodalan bagi petani.

“Karawang adalah aset besar pangan nasional. Kita wajib menjaga dan memperkuatnya,” pungkasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *