H.Budiwanto Sebut Potensi Majelis Taklim untuk Penguatan Pangan dan Ekonomi

H. Budiwanto (berdiri) dalam menjalankan tupoksinya kepada masyarakat di Kecamatan Purwasari.

KARAWANG-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si., M.M., menegaskan bahwa majelis taklim memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

Hal ini ia sampaikan usai memberikan pendidikan politik bertema nilai-nilai Pancasila di salah satu majelis taklim di Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Rabu (25/6/2025).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, majelis taklim yang selama ini berfokus pada pembinaan keagamaan, juga dapat dikembangkan menjadi wadah pembelajaran tematik yang mencakup materi keislaman, wawasan kebangsaan, ekonomi rumah tangga, kewirausahaan, dan ketahanan pangan.

“Seandainya kegiatan pengajian yang ada di majelis taklim dikembangkan secara tematik dan terstruktur, saya yakin akan tumbuh potensi besar dalam pemberdayaan masyarakat. Ini tidak hanya mencegah kejenuhan para jamaah, tetapi juga membuka ruang pengembangan kapasitas dan ekonomi umat,” ujar legislator Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta).

H. Budiwanto (baju kemeja batik) d tengah-tengah masyarakat.

Ia memperkirakan bahwa jika terdapat rata-rata 10 majelis taklim per desa di Karawang, maka dengan jumlah 309 desa, terdapat lebih dari 3.000 majelis taklim aktif. Dengan rata-rata 20 jamaah per majelis, berarti ada sekitar 60.000 orang yang dapat menjadi penggerak ekonomi berbasis komunitas dan keagamaan.

“Kalau pendekatan ini diterapkan di seluruh Jawa Barat, maka insya Allah visi Jawa Barat Juara, khususnya dalam bidang keagamaan, ketahanan pangan, dan ekonomi bukan hanya mimpi, tapi bisa dicapai dengan kerja kolaboratif,” tegasnya.

Dalam upaya penguatan ketahanan pangan, Budiwanto juga menyarankan agar kegiatan-kegiatan produktif seperti beternak ayam, budidaya ikan air tawar, dan penanaman tanaman pangan skala rumah tangga mulai diperkenalkan di lingkungan majelis taklim.

Lebih jauh, ia menyerukan peran aktif dari para pengambil kebijakan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota agar menjadikan majelis taklim sebagai mitra strategis pembangunan berbasis masyarakat.

“Sudah saatnya kita melihat majelis taklim bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pusat transformasi sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat. Potensinya luar biasa jika dikelola dengan visi dan strategi yang tepat,” pungkasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *