Alek Sukardi (kanan) bersama tokoh masyarakat lainnya.

KARAWANG-Kepala Desa Karyamulya, H.Alex Sukardi, hadiri langsung kegiatan vaksinasi ke 1,2 dan booster (ke 3) penanganan Covid-19 untuk masyarakat yang berlangsung di halaman kantor Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kamis (11/8/2022).

Dalam kegiatan vaksin booster ini turut bekerjasama dengan tim UPTD Puskesmas Batujaya, bidan desa, Bhabinkamtibmas, serta penyuluh dari KUA Batujaya ikut serta mendukung dari program pemerintah untuk bertujuan meningkatkan imun daya tubuh terhadap masyarakat.

Sebelum diberikan suntik vaksinasi booster warga terlebih dahulu diperiksa kesehatannya oleh tim medis Puskesmas Batujaya.

H. Alex Sukardi mengatakan, kegiatan vaksinasi ini memang belum seluruhnya masyarakat divaksin, tetapi kegiatan vaksinasi hari ini sudah ketiga kalinya. Pada vaksinasi ke-1 dan ke-2 sudah dilaksanakan oleh tim Polres, yang sekarang dilaksanakan oleh Tim Puskesmas Batujaya.

“Alhamdulillah kegiatan vaksinasi ini sangat antusiasme disambut warga dari usia 17 tahun sampai 60 tahun untuk mengikuti gebyar vaksin ke 1,2 dan booster,” ucapnya yang juga Sekretaris Apdesi Karawang ini.

Ia berpesan kepada warga agar jangan merasa takut apabila setelah vaksin itu alami demam. Hal itu pun jangan dibesar-besarkan agar orang tidak takut. Sebetulnya memang tidak ada masalah, artinya kalaupun ada demam tidak perlu ke dokter karena nanti hilang sendiri.

“Sebaiknya memang harus dipersiapkan secara matang sekali di satu titik dengan lebih dulu diinformasikan kepada masyarakat sehingga satu kali pelaksanaan bisa sampai ratusan orang dan Alhamdulillah walaupun kegiatan mendadak bisa mencapai target,” ujarnya.

Ia pun berharap kepada pihak terkati apabila ada pelaksanaan vaksinasi, maka pemberitahuannya tidak mendadak.

“Mari laksanakan dengan persiapan yang jauh lebih matang, jadi minimal 1 minggu itu kita diberi waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya baik sarana prasarana tempat dan lain sebagainya,” harapnya.

Persiapan matang itu perlu dilakukan,lanjutnya, karena agar leluasa lakukan pemberitahuan kepada masyarakat. Pasalnya, masyarakatnya ada yang kerja di Jakarta, karyawan PT, ada yang di pasar, ada juga yang kerja di angkutan umum.

“Kalau mereka diberitahu jauh-jauh hari, mereka bisa cuti bisa izin atau minta surat dari keterangan desa tentang pelaksanaan vaksinasi, kecuali kalau warga kerja jadi petani sangat gampang untuk memberikan informasinya,” tutupnya. (man/red).