KARAWANG-Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia ini membawa nuansa yang berbeda. Selain menjadi momentum nasional untuk mengenang perjuangan para pahlawan kemerdekaan, tahun ini peringatan kemerdekaan dipadukan dengan nilai-nilai Arbain Imam Husain dan kepedulian terhadap rakyat Palestina.
Arbain adalah peringatan 40 hari wafatnya Imam Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, yang gugur dalam peristiwa tragis di Karbala. Arbain bukan sekadar ritual ziarah, tetapi simbol keteguhan, keberanian dan pengorbanan demi mempertahankan kebenaran. Nilai-nilai ini sejatinya sejalan dengan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan, serta perjuangan rakyat Palestina saat ini.
HUT ke-80 RI adalah tanda bahwa kemerdekaan Indonesia telah ditempa oleh darah dan air mata para pejuang. Mereka rela mengorbankan segalanya demi kemerdekaan yang kita nikmati sekarang. Dalam konteks ini, pesan Arbain menjadi relevan : kebebasan tidak pernah datang tanpa pengorbanan dan kebenaran harus dibela meski menghadapi risiko besar.
Sementara itu, Palestina masih berjuang di bawah penjajahan yang panjang dan kejam. Penderitaan mereka mengingatkan kita pada masa-masa bangsa Indonesia belum merdeka, ketika hak-hak dasar dirampas dan suara rakyat dibungkam. Dukungan moral dan kemanusiaan terhadap Palestina adalah wujud implementasi sila kedua Pancasila—Kemanusiaan yang adil dan beradab—dan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menentang segala bentuk penjajahan.
Guna mereflleksikan itu semua dengan spirit menyatukan semangat perjuangan dan kemanusian, Majelis Haul Sayidina Husein as bersama Komunitas Peduli Palestina Karawang melakukan Longmarch yang dimulai dari Majelis Nainawa belokasi di Kelurahan Tunggakjati ke Makam Syekh Quro Karawang pada Minggu (10/8/2025).
Ketua Panitia, Ustaz Junaedi, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan besar. Pertama, menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Kedua, mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina, sebagaimana amanat konstitusi Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan di atas dunia.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan longmarch dengan tema “Arbain untuk Palestina” menjadi simbol persatuan tiga nilai besar, yakni:
1. Semangat kemerdekaan Indonesia, mengingatkan kita pada perjuangan tanpa kenal lelah melawan penjajahan.
2. Nilai perjuangan Imam Husain, keberanian membela kebenaran hingga titik darah penghabisan.
3. Solidaritas terhadap Palestina, menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
“Dengan menggabungkan makna HUT RI ke-80, Arbain Imam Husain, dan perjuangan Palestina, kita belajar bahwa kemerdekaan dan keadilan adalah cita-cita universal. Spirit perjuangan Imam Husain Di Karbala itu melintasi batas waktu,negara, suku, dan agama—menyatukan hati semua manusia yang mencintai kebenaran,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Maryadi, menegasan, tiga kisah perjuangan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan amanah yang harus dijaga, diperjuangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Jika Indonesia telah merdeka setelah 350 tahun dijajah, maka Palestina pun akan merdeka. Dan kita, sebagai bangsa yang pernah merasakan pahitnya penjajahan, wajib berada di garis depan dalam doa, dukungan, dan tindakan nyata,” tutupnya. (red).





