Jembatan Cicangor Amblas, DPRD Jabar Dorong Investigasi Penyebabnya

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, S.Si., M.M., (baju putih) saat meninjau jembatan Cicangor yang amblas.

KARAWANG-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, S.Si, MM, meminta pemerintah daerah segera melakukan investigasi terkait amblasnya Jembatan Cicangor di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang sejak dua pekan silam.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan ini penting untuk menentukan apakah kerusakan terjadi akibat usia jembatan yang sudah tua atau karena beban kendaraan bertonase besar yang melintas.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, saat meninjau langsung lokasi kejadian pada Selasa (18/3/2025), ia melihat sendiri dampak dari patahnya jembatan yang menjadi penghubung utama antara Kecamatan Pangkalan dan wilayah lain di Kabupaten Karawang serta Kabupaten Bogor.

“Akibatnya sangat fatal. Transportasi barang dan orang lumpuh total, dan ini sudah berlangsung lebih dari seminggu. Bisa dibayangkan berapa banyak kerugian material maupun nonmaterial yang diderita masyarakat,” ujar Ketua PKS Karawang ini kepada delik.co.id, Kamis (20/3/2025) siang.

Jembatan Cicangor yang amblas.

Ia menekankan bahwa hasil investigasi ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya agar kejadian serupa tidak terulang. Jika penyebabnya adalah usia jembatan yang sudah uzur, maka pemerintah harus melakukan mitigasi dengan memilih konstruksi yang mampu bertahan lebih dari 30 tahun. Selain itu, perlu ada pencatatan historis agar perbaikan bisa dilakukan sebelum jembatan mencapai usia kritis.

Sebaliknya, jika amblasnya jembatan disebabkan oleh kendaraan bertonase besar, maka harus ada pengawasan ketat terhadap batas tonase yang diperbolehkan melintas.

“Perlu ada regulasi dan kontrol yang jelas. Jika memang tonase kendaraan yang melintas melebihi kapasitas jembatan, maka solusinya bukan hanya perbaikan, tapi juga pengaturan lalu lintas kendaraan berat di wilayah tersebut,” tambahnya.

Ia juga menegaskan perlunya kajian mendalam dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai mitigasi sejak awal.

“Kita tidak boleh menunggu kejadian seperti ini terjadi lagi. Perencanaan yang matang akan membantu memastikan bahwa infrastruktur publik bisa lebih tahan lama dan tidak menghambat aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *