KDM dan H. Jenal Dinilai Saling ‘Sandiwara Politik’ Kerusakan Jalan Badami-Loji, Askun Tantang Duduk Bersama Buka Fakta

Asep Agustian, S.H., M.H.

KARAWANG-Polemik kerusakan Jalan Badami-Loji, Kabupaten Karawang, memasuki babak baru setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menyebut sejumlah armada pengangkut bahan tambang turut berkontribusi terhadap kerusakan ruas jalan tersebut.

Dalam keterangannya, KDM menyebut salah satu perusahaan yang tercatat mengangkut material menuju PT Jui Shin Indonesia adalah PT Cipagamas (CPM) yang disebut milik H. Jenal Arifin.

Bacaan Lainnya

KDM menyebut terdapat empat unit armada, meski menurut informasi yang diterimanya kendaraan tersebut telah berhenti beroperasi sekitar satu bulan.

KDM sempat tidak habis pikir, karena selama ini ia mengetahui jika H. Jenal Aripin merupakan sosok Anggota DPRD Jabar asal Karawang yang sangat vokal dalam menyoroti persoalan kerusakan Jalan Badami-Loji. Tetapi dibalik itu nama perusahaanya justru bekerja sama dengan PT. Mas Putih Belitung, anak perusahaan PT Jui Shin.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat klarifikasi dari H. Jenal Arifin. Anggota DPRD Jawa Barat itu menyatakan dirinya tidak terlibat langsung dalam operasional kendaraan CPM. Menurut Jenal, operasional kendaraan berada di bawah penanggung jawab operasional.

Jenal juga mengaku baru mengetahui adanya dua unit kendaraan CPM yang digunakan mengangkut material tambang ke PT Jui Shin. Setelah mengetahui hal tersebut, ia mengaku langsung memerintahkan agar kerja sama tersebut dihentikan.

Bahkan, H. Jenal Aripin sempat mempertanyakan balik siapa yang memberikan izin pertambangan di Karawang Selatan.

“Tidak akan beroperasi jika aktivitas tambangnya tidak dibuka oleh pemerintah provinsi,” begitu kata H. Jenal Aripin, saat menyampaikan pernyataan pembelaan.

Pengamat : “Kenapa Semua Jadi Merasa Paling Bersih?”

Di lain pihak, pengamat dan pemerhati kebijakan publik, Asep Agustian, S.H., M.H., justru menilai jika antara KDM dengan H. Jenal Aripin sedang sama-sama melakukan pembelaan, agar citra politiknya tidak rusak di mata publik.

Padahal jika melihat fakta di lapangan, keduanya sama-sama sedang bersalah. Yaitu dimana KDM yang dalam hal ini Pemprov Jabar memberikan atau memperpanjang izin pertambangan di Karawang Selatan, dan perusahaan H. Jenal Aripin (Cipagamas) ikut-ikutan berkerja sama dengan PT. Mas Putih Belitung. Kendati kerja sama yang dilakukan tidak langsung atas nama H. Jenal Aripin sebagai owner perusahaan.

“Ini kenapa semua jadi merasa paling bersih. Padahal masyarakat sudah tahu faktanya loh!. Apa mereka tidak malu ya, mempertontonkan sandiwara politik di hadapan publik?,” tutur Askun, sapaan akrabnya, saat melemparkan pernyataan satir, Minggu (20/9/2026).

Atas persoalan ini, Askun meminta kepada KDM dan H. Jenal Aripin untuk duduk bersama dan menjelaskan fakta persoalan sebenarnya kepada masyarakat. Bukan malah saling ‘membela diri’ atas persoalan yang sedang diteriakan masyarakat Karawang Selatan.

“Sudah semuanya ngaku jujur saja, karena tidak ada manusia yang sempurna kok!. Karena semuanya juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang penting bagaimana para pejabat kita ini bisa jujur ke masyarakat, yang penting bagaimana solusi ke depannya,” katanya.

Penyetopan Aktivitas Pertambangan PT. Mas Putih Belitung Jangan Hanya Sekadar Formalitas

Adapun terkait solusi dua opsi yang ditawarkan KDM saat melakukan pertemuan dengan Manajemen PT. Mas Putih Belitung yang dihadiri Bupati Karawang dan Plt Bupati Bekasi, Askun meminta jika keputusan penyetopan aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung yang dilakukan oleh Pemprov Jabar, jangan hanya sekadar formalitas.

Artinya, penyetopan tersebut harus tetap berlaku sampai dengan dua solusi opsi yang ditawarkan KDM benar-benar terealisasi.

“Ya jangan sampai penyetopan yang sudah dilakukan Pemprov Jabar hanya sekadar formalitas saja untuk meredam tekana publik (para demonstran). Artinya, selama dua opsi solusi yang ditawarkan KDM belum terealisasi, ya aktivitas PT. Mas Putih Belitung harus tetap ditutup,” tegasnya.

KDM Beri Dua Opsi Soal Jalan Badami-Loji yang Rusak Akibat Truk Bertonase PT. Jui Shin Indonesia

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) memberikan dua opsi solusi kepada PT. Jui Shin Indonesia dalam menghadapi masalah kerusakan jalan Badami-Loji di wilayah Karawang Selatan.

Dua opsi yang ditawarkan yaitu pertama, PT. Jui Shin membangun jalan sendiri khusus untuk truk operasional pengangkut semen perusahaan. Selama ini, truk perusahaan melintasi Jalan Badami-Loji Karawang saat membawa semen menuju lokasi perusahaan di Kabupaten Bekasi. Jalan itu juga dilewati masyarakat umum.

Opsi kedua, PT. Jui Shin Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun jalan level nasional. Pemprov Jabar juga akan membangun jembatan khusus untuk kendaraan industri.

Menurut KDM, Jalan Badami-Loji, Karawang, sudah pernah diperbaiki oleh Pemprov Jabar. Namun, perbaikan jalan tidak berarti karena selalu dilintasi truk pengangkut semen yang bertonase.

“Uang akan dialirkan ratusan miliar setiap tahun hanya untuk mengurusi jalan yang dilewati PT Jui Shin,” ujar KDM saat berdiskusi dengan pihak PT. Jui Shin Indonesia di Kabupaten Bekasi, yang dihadiri langsung Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dan Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, Rabu (16/9/2026). (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *