KARAWANG-Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menjadi jalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan oleh H. Budiwanto saat momentum Hari Raya Iduladha 1447 H.
Menurutnya, ibadan kurban mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan dan ketaatan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Ia menegaskan bahwa inti dari kurban bukan terletak pada banyaknya hewan yang disembelih, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasan hati seorang hamba kepada Robbul Izzati (Allah SWT).
“Sesungguhnya kurban adalah perjalanan menuju ketakwaan kepada Allah SWT. Yang sampai kepada Allah bukan daging dan darahnya, tetapi ketakwaan dari hamba-Nya,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Mantan Ketua DPD PKS Karawang ini mengutip makna Surat Al-Hajj ayat 37 yang menjelaskan bahwa Allah SWT tidak membutuhkan daging maupun darah hewan qurban, melainkan ketakwaan umat manusia.
Dalam pandangannya, ibadah kurban memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui pembagian daging kurban, masyarakat diajak untuk memperkuat ukhuwah, membantu kaum duafa dan menghadirkan kebahagiaan bersama di hari raya.
“Kurban mengajarkan kita untuk tidak hidup sendiri. Ada hak-hak saudara kita yang harus diperhatikan. Semangat berbagi inilah yang harus terus dirawat agar kehidupan masyarakat semakin harmonis dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan ketahanan umat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun sosial.
Ia berharap semangat kurban tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih peduli, lebih ikhlas, dan lebih bertakwa dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika hati dipenuhi ketakwaan, maka lahirlah masyarakat yang kuat, saling membantu, dan penuh keberkahan. Itulah hakikat qurban yang sesungguhnya,” pungkasnya. (red).





