SDN Tegalsawah II Disinyalir Potong Bantuan PIP, Oknum Kader PKB Karawang Diduga Ikut Terseret

Ilustrasi
Ilustrasi

KARAWANG-Dugaan adanya pemotongan bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP) terhadap siswa-siswi penerima manfaat di Kabupaten Karawang kembali menyeruak.

SDN Tegalsawah 2 yang berlokasi di Desa Tegalsawah, Kecamatan Karawang Timur, disinyalir lakukan upaya pemotongan dana PIP yang diterima para peserta didiknya sebesar Rp100 ribu dari Rp450 ribu yang mereka terima.

Bacaan Lainnya

Bahkan, oknum kader PKB Karawang diduga ikut terlibat dalam upaya pemotongan dana PIP tersebut.

Hal itu terungkap ketika redaksi delik.co.id., mendatangi SDN Tegalsawah 2 beberapa waktu lalu dan melakukan konfirmasi  kepada Kepala Sekolah SDN  Tegalsawah 2, Yani Mulyani, yang didampingi langsung oleh Ketua Komite Sekolah, Mediawati.

Yani membenarkan jika 31 peserta didiknya mendapatkan bantuan dana PIP dari aspirasi anggota DPR RI Fraksi PKB Syaiful Hudadan bantuan tersebut sudah diterima peserta didik pada bulan Juni 2023 tanpa sepengetahuan pihaknya sebelumnya.

“Bantuan PIP itu ada dua, yakni PIP program pemerintah  yang didapatkan setahun sekali bagi siswa penerima manfaat. Lalu pada Juni kemarin ternyata ada lagi dana yang masuk, kita tidak tahu itu sumbernya dari mana, yang mereka tahu itu dari pemerintah,” ujarnya.

“Ketika dari tim PKB menghubungi kami agar mengecek para penerima PIP yang cair itu ternyata pengusulnya dari tim PKB,” sambungnya.

Yani berdalih bahwa itu bukan pemotongan tetapi suatu kebijakan dengan istilahnya adat ketimuran sebagai rasa terimakasih terhadap pengusul walaupun (tim PKB) tidak meminta.

“Silakan kita mau ngasih berapa (ke tim PKB), seperti begitu,” ujarnya.

Yani dan Meidiawati pun berdalih kalau orangtua peserta didik belum memberikan uang kebijakan tersebut ke pihak sekolah lantaran uang PIP yang mereka terima telah habis.

“Silakan konfirmasi saja karena uangnya telah habis, jadi belum ada yang dipotong” ungkapnya.

Saat disinggung bahwa ada aduan walimurid yang sudah memberikan uang potongan tersebut, pihak sekolah meminta delik.co.id agar konfirmasi juga ke kader PKB, Asep.

“Karena yang berhadapan langsung dengan 31 walimurid tersebut yaitu Pak Asep kader PKB,” ujarnya menambahkan.

Terpisah kader PKB, Asep, membantah jika pihaknya meminta biaya apapun atas pencairan dana PIP dari usulan pihaknya karena pesan dari pimpinannya hanya menyampaikan bahwa PIP yang diterima mereka dari program PKB.

“Ke sekolah manapun kita tidak meminta sekian-sekian, tapi kalau ada yang ingin memberi ya mangga karena sekali lagi kami tidak meminta apalagi sampai meminta dengan sekian nominal,” ucapnya.

Info terakhir yang diterima redaksi delik.co.id dari walimurid bahwa para walimurid yang sudah setor cicilan untuk potongan Rp100 ribu dikembalikan lagi oleh pihak sekolah lantaran permasalahan tersebut mulai terendus oleh media. (red).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar