KARAWANG-Kepemimpinan Bupati Karawang Aep Syaepuloh kembali mendapat apresiasi publik atas kesigapan dan kehadiran langsung di lapangan dalam menangani bencana banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Kalimalang di wilayah Desa Margakaya Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, serta respons cepat terhadap kejadian rumah roboh dan bencana sosial lainnya yang menimpa warga.
Banjir yang terjadi akibat kerusakan tanggul irigasi Kalimalang berdampak pada ratusan kepala keluarga dan lahan pertanian warga. Dalam situasi tersebut, Bupati Karawang itu tidak hanya menginstruksikan jajarannya dari balik meja, tetapi turun langsung meninjau lokasi, memastikan langkah tanggap darurat berjalan cepat dan terkoordinasi.
Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI), Arif Dianto, mengatakan, langkah konkret yang dilakukan Bupati Karawang itu antara lain penanganan darurat tanggul jebol dengan pemasangan bronjong dan pengamanan aliran air, koordinasi intensif dengan BPBD, Dinas PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, serta Perum Jasa Tirta II, instruksi pengurangan debit air dan percepatan perbaikan infrastruktur, penyaluran bantuan kepada warga terdampak, dan lain-lain.
Selain penanganan banjir, Bupati Karawang juga menunjukkan respons cepat terhadap laporan rumah roboh dan kejadian darurat lainnya, dengan memastikan kehadiran pemerintah daerah melalui OPD terkait untuk memberikan bantuan logistik, asesmen teknis, serta solusi jangka pendek bagi warga.
Arif menilai, kepemimpinan Bupati Karawang saat ini mencerminkan model kepemimpinan responsif dan humanis.
“Kami melihat langsung bagaimana Bupati Karawang bapak haji Aep Syaepuloh selalu hadir di saat masyarakat menghadapi kondisi sulit. Ini bukan sekadar respons administratif, tetapi kepemimpinan yang berpihak pada keselamatan dan kemanusiaan. Ketegasan, kecepatan, dan koordinasi lintas instansi menjadi nilai penting yang patut diapresiasi,” ujar Arif dalam keterangan resmi yang diterima delik.co.id, Minggu (18/1/2026) siang.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karawang saat ini juga memberi kepastian kepada dunia industri dan ketenagakerjaan bahwa stabilitas wilayah dan perlindungan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama di kawasan strategis penyangga industri nasional.
NHRI mendorong agar langkah-langkah darurat tersebut diikuti dengan perbaikan permanen infrastruktur, audit tanggul irigasi, serta penguatan sistem mitigasi bencana, sehingga kejadian serupa tidak berulang di masa mendatang.
“Ketika pemerintah daerah sigap, masyarakat merasa dilindungi dan dunia usaha pun lebih percaya diri. Ini fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan Karawang,” tutupnya.
Apresiasi juga datang dari berbagai elemen masyarakat yang menilai pola kepemimpinan yang responsif ini perlu dipertahankan. Menurut mereka, sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan relawan menjadi kunci dalam mempercepat penanganan bencana.
Pemkab Karawang berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana, baik bencana alam maupun sosial, demi melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. (red).





