KARAWANG-Dunia praktik Sumber Daya Manusia (Human Resources/HR) sedang berdukacita.
Salah satu tokoh dan senior panutan praktisi HR, Heri Wahyu Adi telah berpulang ke rahmatullah pada hari ini, Jumat (16/1/2026) pagi di Karawang.
Almarhum dikenal luas sebagai sosok yang berdedikasi, berintegritas, serta konsisten dalam membangun profesionalisme dan etika praktik HR di berbagai lingkungan industri.
Keteladanan, pemikiran, dan kontribusi beliau telah menjadi rujukan serta inspirasi bagi banyak praktisi HR, termasuk kami yang selama ini menjadikan beliau sebagai panutan dan senior yang dihormati.
Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI) Arif Dianto mengatakan, kepergian Heri Wahyu Adi merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi komunitas dan jejaring praktisi HR secara luas. Kami kehilangan figur yang senantiasa memberikan nasihat, berbagi pengalaman, serta mendorong terciptanya hubungan industrial yang sehat, adil, dan berkeadaban.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilafnya, dan diberikan tempat terbaik. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi masa duka ini. Selamat jalan, Bapak Heri Wahyu Adi. Jejak pengabdian dan keteladananmu akan selalu kami kenang dan lanjutkan,” ujar Arif usai takziah dari rumah duka di Karawang.
Ia menambahkan, atas nama keluarga besar NHRI, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Heri Wahyu Adi tokoh senior dan praktisi HR, Pembina NHRI, Ketua Forum HRD Jawa Barat, Ketua Koperasi Apindo Karawang, Pengurus LKS Tripartit Karawang dari unsur Pengusaha/Apindo, eks Ketua Asosiasi HRD-GA Karawang yang selama ini menjadi panutan, rujukan, serta sumber inspirasi bagi kami semua.
“Almarhum merupakan figur yang memiliki dedikasi tinggi, integritas kuat, dan komitmen nyata dalam membangun profesionalisme praktik HR di Indonesia. Pemikiran, nasihat, serta keteladanan beliau telah memberikan kontribusi besar bagi penguatan nilai-nilai etika, hubungan industrial yang harmonis, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkeadilan,” ungkapnya.
Kepergian Heri Wahyu Adi merupakan kehilangan yang sangat berarti bagi komunitas praktisi HR, khususnya bagi NHRI. Para praktisi HRD kehilangan seorang senior yang tidak hanya kaya akan pengalaman, tetapi juga rendah hati dalam berbagi ilmu dan membimbing generasi praktisi HR selanjutnya.
“Kami mendoakan semoga almarhum husnul khatimah, seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilafnya, serta diberikan tempat terbaik. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi duka yang mendalam ini. Selamat jalan Bapak Heri, jejak pengabdian serta keteladanan bapak akan selalu kami kenang dan lanjutkan,” tuturnya.
NHRI akan senantiasa mengenang dan melanjutkan nilai-nilai keteladanan serta pengabdian yang telah diwariskan Heri Wahyu Adi. (red).





