9.000 Hektare Lebih Tambak di Karawang Terdampak Banjir, Petani Meringis Rugi Besar, DPKPP Ngadu Berkirim Surat ke KKP

Tampak tambak di Desa Sumur Batu Kecamatan Pakisjaya kebanjiran.

KARAWANG-Banjir yang melanda wilayah pesisir Kabupaten Karawang sejak beberapa hari terakhir berdampak serius terhadap sektor perikanan. Sedikitnya 9.000 hektare lebih lahan tambak dilaporkan terdampak, menyebabkan para petani tambak meringis akibat kerugian besar yang dialami.

Genangan air hujan bercampur air laut membuat banyak tambak ikan dan udang mengalami gagal panen. Tak sedikit petani yang kehilangan seluruh hasil budidayanya karena ikan lepas atau mati.

Bacaan Lainnya

Seorang petani tambak di Dusun Saca, Desa Tambak Sumur, Kecamatan Tirtajaya, Amad, menegaskan, bencana banjir kembali menjadi mimpi buruk bagi petani tambak di Kabupaten Karawang. Sedikitnya 6.000 hektare tambak di Kecamatan Tirtajaya dilaporkan terendam banjir, menyebabkan ribuan petani terancam gagal panen dan merugi hingga ratusan juta rupiah.

Air banjir yang meluap secara tiba-tiba membuat ikan-ikan peliharaan di empang lepas dan hanyut terbawa arus. Upaya budidaya yang telah dilakukan berbulan-bulan pun lenyap dalam hitungan jam.

“Hampir semuanya kebanjiran, kurang lebih 6.000 hektare. Ikan pada kabur kebawa air, otomatis gagal panen,” ujar Amad saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (19/1/2026).

Ia menuturkan, kerugian yang dialami petani tidak hanya sebatas kehilangan hasil panen, tetapi juga modal usaha yang tidak kembali.

“Ruginya besar. Jangankan dapat untung, modal juga tidak balik karena ikan kebawa air semua,” keluhnya.

Banjir yang merendam kawasan tambak tersebut diduga dipicu oleh luapan air dengan debit tinggi, diperparah kondisi tanggul dan saluran air yang tidak optimal dalam mengendalikan aliran air. Situasi ini dinilai menjadi persoalan klasik yang kerap berulang setiap musim hujan.

Para petani tambak mendesak pemerintah daerah segera turun tangan, baik melalui penanganan darurat, perbaikan infrastruktur pengendali banjir, hingga bantuan dan kompensasi bagi petani terdampak agar roda perekonomian warga pesisir tidak lumpuh total.

Terpisah Kabid Perikanan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang Nur Ridwan Solihin menyampaikan, berdasarkan data yang dimilikinya per tanggal 18 Januari 2026 tambak ikan yang terdampak banjir hujan dan rob kurang lebih ada 9.054 hektare yang tersebar di lima kecamatan, di antaranya :

1. Kecamatan Pedes seluas 60 ha

2. Kecamatan Cibuaya seluas 2.861 ha

3. Kecamatan Tirtajaya seluas 2.020 ha

4. Kecamatan Batujaya seluas 1.463 ha

5. Kecamatan Pakisjaya seluas 2.650 ha

Ketika disinggung bagaimana upaya penanganan atau bantuan yang dilakukan DPKPP Karawang terhadap ribuan tambak yang terdampak banjir, Ridwan mengaku pihaknya sedang ‘mengadu’ berkirim surat ke Dinas Perikanan Pemprov Jabar dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kami sedang membuat surat terkait hal tersebut kepada Dinas Perikanan Pemprov Jawa Barat dan KKP terkait tambak yang terdampak banjir,” ujarnya.

“Kebetulan di Karawang ada Balai Perikanan milik Provinsi Jabar dan milik KKP, Semoga bisa mensupport terkait hal tersebut,” sambungnya.

Berbeda dengan sawah, tidak ada asuransi untuk lahan tambak yang terdampak banjir.

“Kami sudah merencanakan terkait program asuransi untuk lahan tambak, cuma terkendala efisiensi anggaran,” pungkasnya. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *