KARAWANG-Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, H. Budiwanto, yang kini menjabat sebagai anggota Panitia Khusus (Pansus) untuk pembahasan Raperda Rencana Umum Energi Daerah (RUED), menegaskan pentingnya diversifikasi energi di Jawa Barat untuk menghadapi tantangan global Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050.
“Langkah ini menjadi penting dalam menghadapi dampak serius dari pemanasan global dan efek rumah kaca akibat emisi energi fosil yang terus meningkat,” katanya dalam keterangan tertulisnya kepada delik.co.id, Senin (4/11/2024) malam.
H. Budiwanto menjelaskan, pemanasan global yang memicu peningkatan suhu bumi hingga di atas 2°C secara global, telah mendesak banyak negara untuk melakukan tindakan signifikan.
“Ancaman perubahan iklim nyata bagi kita semua. Bukan hanya lingkungan, tetapi juga dampaknya pada ekonomi dan kehidupan masyarakat. Jawa Barat harus siap menghadapi perubahan ini dengan menerapkan diversifikasi energi yang ramah lingkungan,” ujar H. Budiwanto yang juga Ketua DPD PKS Karawang ini.
Mantan pimpinan DPRD Kabupaten Karawang ini memaparkan, di antara bentuk respon terhadap isu ini, beberapa negara telah menggelar konferensi internasional, seperti Conference of the Parties (COP28) yang telah diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab.
“Salah satu rekomendasi COP28 adalah pengurangan penggunaan bahan bakar fosil yang berkontribusi pada emisi karbon, diiringi dengan peningkatan kapasitas pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) serta peningkatan efisiensi energi,” ungkapnya.
Menurutnya, Rencana Umum Energi Daerah (RUED) yang tengah dibahas ini diharapkan mampu menjadi landasan strategis bagi Jawa Barat untuk memulai transisi energi secara bertahap, sejalan dengan target nasional dan internasional dalam upaya pengurangan emisi karbon. Ia menekankan bahwa Jawa Barat memiliki potensi besar dalam energi terbarukan, seperti geothermal dan bioenergi, yang bisa dimaksimalkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
“Diversifikasi energi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi di Jawa Barat tetapi juga sebagai langkah adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim. RUED diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan dorongan ini, diharapkan Jawa Barat dapat menjadi pelopor dalam mengimplementasikan strategi energi ramah lingkungan, mendukung target NZE pada tahun 2050, dan memberi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. (red).



