BANDUNG-Pernyataan Gubernur Jawa Barat, KDM, beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat didominasi oleh sektor pertanian mendapatkan tanggapan positif dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, S.Si., M.M.
Legislator dari Fraksi PKS yang duduk di Komisi II itu menilai, kondisi geografis dan potensi alam Jawa Barat memang sangat mendukung penguatan sektor pertanian sebagai lokomotif perekonomian daerah.
“Potensi lahan, sumber daya manusia, dan dukungan alam Jawa Barat memang sangat memungkinkan sektor pertanian menjadi motor penggerak ekonomi. Saya sepakat dengan gubernur, karena faktanya sektor inilah yang tetap bertahan bahkan di masa krisis,” ujar Budiwanto, Selasa (30/9/2025) malam.
Namun, politisi asal daerah pemilihan Karawang–Purwakarta ini juga menyoroti ironi dalam alokasi program dan anggaran.
Menurut catatannya, porsi anggaran untuk sektor ekonomi dan ketahanan pangan hanya sekitar 4 persen dari total belanja APBD Jawa Barat yang mencapai Rp32 triliun pada tahun anggaran sebelumnya.
“Ini tentu menjadi sebuah ironi. Kontribusi sektor pertanian begitu besar, tapi kebijakan dan anggarannya belum menunjukkan keberpihakan yang proporsional,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi fiskal Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan serius. Transfer dana pusat ke daerah turun hingga Rp2,5 triliun, ditambah penurunan dividen dari Bank BJB sebagai BUMD andalan.
Belum lagi cicilan utang daerah yang hampir mencapai Rp600 miliar, serta berkurangnya penerimaan dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
“Situasi ini membuat ruang fiskal kita semakin sempit. Karena itu, dibutuhkan terobosan dan kreativitas dari seluruh OPD, baik yang mengurusi pendapatan daerah maupun OPD lainnya, untuk menggali potensi pendapatan dari sumber-sumber lain yang sah,” jelasnya.
Lebih jauh, H. Budiwanto menekankan pentingnya balancing antara belanja modal dan belanja publik. Menurutnya, belanja yang berkualitas harus diarahkan untuk program-program produktif yang dapat memperkuat ketahanan pangan dan menumbuhkan ekonomi rakyat.
“Ke depan, Pemprov Jabar harus berani menggeser prioritas agar sektor pertanian, peternakan, dan perikanan mendapatkan dukungan lebih besar. Jika tidak, kita akan kehilangan momentum untuk menjadikan sektor ini sebagai basis ekonomi berkelanjutan,” pungkasnya. (red).




