KARAWANG-Penampilan luar sering kali menipu. Hal itulah yang tergambar dari kisah sejumlah anggota Laskar NKRI bertato yang justru menjadi sorotan karena kedisiplinannya selama menjalani ibadah puasa Ramadan tahun ini.
Dalam event buka puasa bersama dan pembagian seribu takjil kepada masyarakat yang digelar LSM Laskar NKRI, di Sekretariat DPP Laskar NKRI di Komplek Ruko Jalan Raya Warungbambu – Karawang Timur, Rabu (18/3/2026), ada beberapa anggota yang dikenal dengan penampilan sangar dan penuh tato tersebut berhasil menyelesaikan ibadah puasa sebulan penuh tanpa bolong.
Ganjarannya, bagi setiap pengurus dan anggota Laskar NKRI yang puasanya belum batal diberikan THR tambahan oleh Dea Eka Rizaldi, S.H., Anggota DPRR Jawa Barat Fraksi Gerindra yang merupakan putra sulung Ketua Umum DPP Laskar NKRI, H. ME. Suparno.
Dea Eka, mengatakan, apresiasi ini (THR tambahan, red) ini diberikan sebagai salah satu kampanye kepada masyarakat bahwa anggota Laskar NKRI bukan merupakan sosok preman, meskipun tubuhnya dipenuhi dengan tato.
“Ini membuktikan pak kiai bahwa anggota Laskar NKRI bukan preman. Meskipun tubuhnya penuh tato, tapi sampai hari ini puasanya belum batal. Dan setiap mereka yang terbukti kriminal, pasti akan dipecat. Ini komitmen hukum Laskar NKRI kepada negara dan masyarakat,” kata Dea Eka.
Ketua Umum DPP LSM Laskar NKRI, H. ME. Suparno menyampaikan, bahwa tujuan pembagian seribu takjil hari ini dalam rangka mengedepankan rasa sosial – keagamaan Laskar NKRI. Pasalnya, bulan suci ramadhan merupakan momentum terbaik untuk berbagi.
Dalam kesempatan ini, Haji Suparno juga meminta doa kepada seluruh anggotanya untuk mendoakan ayahandanya H. Atun yang masih berbaring di rumah sakit.
“Saya minta doanya dari rekan-rekan semua, karena kesempatan ini ayahanda saya masih berbaring di rumah sakit. Semoga beliau diberikan kekuatan dan kesehatan, agar kembali bisa berkumpul dengan keluarga,” tuturnya.
Haji Suparno menegaskan, bahwa Laskar NKRI bukan hanya sebatas LSM yang bergerombol yang dikategorikan premanisme. Karena ditegaskannya, ia tidak pernah mengajarkan pengurus dan anggotanya berbuat tidak baik.
“Jadi kalau ada orang berseragam loreng minta-minta, itu bukan Laskar NKRI. Karena saya tidak pernah mengajarkan seperti itu,” tegasnya.
“Ramadan adalah bulan sakral, semoga Allah SWT menerima ibadah puasa kita semua. Mudah-mudahan setelah romdhaon apa yang kita cita-citakan dimudahkan dan dikabulkan Allah SWT,” tutupnya. (red).





