KARAWANG-Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Kabupaten Karawang menggelar rapat kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Kabupaten Karawang pada Kamis (9/7/2026).
Rapat dipimpin oleh Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, serta dihadiri anggota LKS Tripartit dari unsur pemerintah, organisasi pengusaha, dan serikat pekerja/buruh.
Unsur pengusaha hadir Arif Dianto, perwakilan KADIN Kabupaten Karawang yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis ketenagakerjaan yaitu dampak pemadaman listrik PLN terhadap operasional perusahaan, perkembangan kondisi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pelaksanaan program pemagangan, serta persiapan penyelenggaraan Job Fair Online Kabupaten Karawang Tahun 2026.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, menegaskan bahwa forum LKS Tripartit memiliki peran penting sebagai wadah komunikasi dan konsultasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan.
“Melalui forum LKS Tripartit ini, kami ingin memastikan setiap kebijakan dan permasalahan ketenagakerjaan dibahas secara terbuka dengan mengedepankan dialog sosial. Sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja menjadi kunci dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat di Kabupaten Karawang,” ujarnya.
Dalam pembahasan mengenai dampak pemadaman listrik PLN, peserta rapat menilai diperlukan koordinasi yang lebih baik agar gangguan pasokan listrik tidak menghambat aktivitas produksi, menurunkan produktivitas perusahaan, maupun berdampak pada keberlangsungan kesempatan kerja.
Forum juga membahas perkembangan kondisi PHK dengan menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan melalui komunikasi yang konstruktif, efisiensi yang tepat sasaran, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, program pemagangan dipandang sebagai salah satu strategi penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan industri di Kabupaten Karawang.
Sementara itu, Job Fair Online 2026 diharapkan dapat memperluas akses informasi lowongan pekerjaan serta mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi digital.
Mewakili unsur pengusaha, Arif Dianto menyampaikan bahwa dunia usaha mendukung penguatan komunikasi tripartit sebagai solusi terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan.
“LKS Tripartit harus menjadi ruang dialog yang produktif untuk membangun solusi bersama. Dunia usaha membutuhkan kepastian berusaha, sementara pekerja membutuhkan perlindungan dan kepastian hak. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat meminimalkan potensi perselisihan hubungan industrial, meningkatkan kualitas SDM melalui program pemagangan, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja melalui Job Fair Online 2026,” ungkap Arif.
Rapat kerja ditutup dengan komitmen bersama seluruh unsur LKS Tripartit untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan guna mendukung peningkatan daya saing industri serta pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karawang. (red).





