Lima Bulan Rumah Saeful Ambruk, Pengajuan Bantuan Rutilahu Sudah Dilayangkan, Dinas Terkait Belum Eksekusi

Rumah Saeful sudah ambruk sejak lima bulan lalu.

 

KARAWANG-Kondisi memprihatinkan dialami Saeful Bahri bersama istri dan kedua anaknya, warga Dusun Jatiboros II RT 17/RW 05, Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, sudah hampir lima bulan rumah yang ditempatinya ambruk akibat kondisi bangunan yang telah rapuh, namun hingga kini belum juga mendapat bantuan pembangunan dari pemerintah.

Berdasarkan keterangan Rusdi, salah seorang perwakilan dari pihak keluarga Saeful Bahri, rumah tersebut roboh sekitar lima bulan lalu karena kondisinya sudah lapuk dan tidak lagi layak huni.

Menurutnya, setelah rumah ambruk, Ketua RT setempat, Daeng, telah datang untuk mendata dan memberikan persyaratan pengajuan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Seluruh persyaratan telah dipenuhi dan diserahkan, namun hingga kini belum ada informasi lanjutan mengenai realisasi bantuan tersebut.

“Awalnya RT Daeng sudah datang dan memberikan persyaratan pengajuan Rutilahu. Semua persyaratan sudah diserahkan, tetapi sampai sekarang belum ada kabar lagi,” ujar Rusdi kepada jurnalis delik.co.id, Kamis (16/7/2026).

Rusdi menjelaskan, kondisi ekonomi keluarga Saeful Bahri juga sangat memprihatinkan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari istri dan kedua anaknya hanya mengandalkan pekerjaan serabutan itu juga kalau ada.

Untuk diketahui, jumlah keluarga tersebut memiliki dua orang anak. Anak pertama sudah mau beranjak dewasa namun waktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas V terpaksa berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi orang tuanya, sedangkan anak kedua masih kecil.

Akibat rumah yang roboh, Saeful Bahri bersama istri dan kedua anaknya untuk sementara harus tinggal menumpang di rumah tetangga.

“Kami berharap pemerintah desa, kecamatan, Pemerintah Kabupaten Karawang hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pusat dapat memberikan perhatian agar rumah Saeful Bahri segera dibangun. Kasihan, sudah hampir lima bulan mereka tidak memiliki rumah untuk ditempati,” harap Rusdi.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Daeng, saat dimintai tanggapan dikediamannya membenarkan bahwa rumah milik Saeful Bahri telah ambruk sejak hampir lima bulan lalu.

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan Program Rutilahu kepada instansi terkait. Bahkan, data Saeful Bahri juga telah dimasukkan ke dalam aplikasi SIIMAH melalui pemerintah desa sebagai bagian dari proses pengajuan bantuan.

“Pengajuan sudah kami lakukan dan datanya sudah masuk ke aplikasi SIIMAH melalui desa. Kami berharap dinas terkait dapat segera merealisasikan bantuan pembangunan rumah karena kondisinya sudah cukup lama ambruk,” kata Daeng.

Hingga berita ini diterbitkan, keluarga Saeful Bahri bersama istri dan kedua anaknya sangat mengharapkan menunggu realisasi bantuan pembangunan rumah dari pemerintah agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *