Dikonfirmasi Soal Proyek Revitalisasi, Kepsek PAUD Azmy Tantang Media Beritakan Berkali-kali dan  ‘Orang Kabupaten’ untuk Datang

Protek revitaliasi PUAD Azmy

KARAWANG-Kepala Sekolah PAUD Azmy di Desa Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok, memberikan tanggapan yang dinilai cukup arogan terkait sorotan terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah yang sebelumnya diduga dikerjakan tanpa pemasangan papan informasi proyek sejak awal pekerjaan serta diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis.

Berdasarkan papan informasi proyek yang kini telah terpasang, pekerjaan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah berupa rehabilitasi ruang kelas beserta perabotnya serta pembangunan toilet dan sanitasi. Proyek itu memiliki nilai anggaran sebesar Rp224.186.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Bacaan Lainnya

Yadi, yang mengaku sebagai Kepala Sekolah PAUD Azmy, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Sabtu (25/7/2026), membantah dugaan bahwa balok lintel atas kusen menggunakan besi tulangan yang tidak sesuai spesifikasi.

Menanggapi keterlambatan keterlambatan pemasangan papan informasi proyek, Yadi menjelaskan bahwa papan tersebut disebabkan papan tersebut belum dapat dipasang sejak awal pekerjaan karena masih dalam proses pembuatan.

“Bagaimana mau dipasang kalau papan proyeknya belum jadi. Masa dipasang kain kosong. Kalau sudah jadi pasti dipasang,” ujarnya.

Ia juga menanggapi adanya pemberitaan terkait proyek tersebut dengan menyatakan tidak keberatan apabila media terus memberitakan persoalan tersebut.

“Silakan saja kalau mau menaikkan berita sampai sepuluh kali. Mau orang dari kabupaten datang ke sini juga saya tidak takut. Kalau memang benar ada kekurangan silakan diperiksa. Besinya sudah tertutup cor. Kalau tidak menerima besi 10 milimeter, silakan anda ganti, di sini masih banyak,” tantangnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, pekerja yang mengaku dari pemalang jawa tengah menyebutkan proyek revitalisasi tersebut telah berjalan hampir dua pekan sebelum papan informasi proyek akhirnya dipasang.

Padahal, sesuai prinsip keterbukaan informasi publik, papan informasi proyek pada umumnya dipasang sejak awal pelaksanaan pekerjaan agar masyarakat mengetahui identitas pekerjaan, sumber anggaran, nilai kontrak, serta pelaksana kegiatan.

Selain itu, di lokasi proyek juga ditemukan dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Besi tulangan pada balok lintel diduga menggunakan besi berdiameter 10 milimeter non-full (banci), sedangkan besi begel atau cincin yang seharusnya menggunakan besi 8 milimeter full diduga hanya menggunakan besi berdiameter sekitar 6 milimeter.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait atau konsultan pengawas untuk memastikan apakah material yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen perencanaan proyek. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *