KARAWANG-Komitmen meningkatkan kompetensi dan profesionalisme praktisi Human Resources (HR) terus dilakukan Nasional Human Resource Institute (NHRI).
Terbaru, NHRI kembali menggelar Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi Skema Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Dewi Air Resto Karawang tersebut diikuti 25 asesi (peserta) dari berbagai jenjang jabatan di bidang MSDM, mulai dari level General Manager hingga Staff.
Dari total 25 asesi, tercatat 1 orang General Manager, 5 Manager, 1 Kepala Bagian (Kabag), 13 Supervisor, dan 5 Staff.
Dalam pelaksanaan sertifikasi tersebut, NHRI menggandeng LSP MSDMKI. Tim asesor dari LSP MSDMKI bertugas melaksanakan proses asesmen dan menguji kompetensi para asesi sesuai dengan skema sertifikasi yang diikuti.
Kegiatan uji kompetensi ini sebelumnya diawali dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh peserta. Bimtek dilaksanakan secara daring pada 8–9 Agustus 2026 dengan materi pembekalan yang disampaikan oleh LPK TalenNexHR.
Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para peserta sebelum menghadapi proses asesmen kompetensi.
Ketua Umum NHRI, Arif Dianto, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan sertifikasi tersebut.
“Atas nama NHRI, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada LPK TalenNexHR serta Tim Asesor LSP MSDMKI yang telah menjalankan proses uji sertifikasi dengan penuh profesionalisme, objektivitas, kesabaran, dan tanggung jawab sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan lancar,” kata Arif, Sabtu (29/8/2026).
Tidak hanya kepada lembaga penyelenggara dan tim asesor, Arif juga memberikan apresiasi kepada seluruh asesi yang telah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan kesungguhan.
Menurutnya, keberanian mengikuti proses sertifikasi merupakan bagian dari komitmen seorang profesional untuk terus mengembangkan kapasitas dan memastikan kompetensi yang dimilikinya dapat dipertanggungjawabkan.
“Sertifikasi bukan sekadar tentang selembar sertifikat. Lebih dari itu, sertifikasi adalah bukti keberanian untuk menguji kompetensi, kemauan untuk terus belajar, dan komitmen untuk menjadi insan profesional yang lebih baik,” tegasnya.
Arif menilai, perkembangan dunia industri dan perubahan tuntutan pekerjaan membuat praktisi MSDM tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Kompetensi harus terus diperbarui dan dikembangkan agar mampu menjawab tantangan organisasi dan dunia kerja yang semakin dinamis.
“Hari ini kita mungkin sedang melewati sebuah proses, tetapi sesungguhnya kita sedang membangun kualitas diri dan masa depan profesi MSDM Indonesia. Tetap semangat, terus belajar, terus berkembang, dan jangan pernah berhenti meningkatkan kompetensi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan sertifikasi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh NHRI dapat semakin memperkuat budaya kompetensi di kalangan praktisi MSDM, khususnya di wilayah Karawang dan sekitarnya.
Bagi NHRI, peningkatan kualitas praktisi MSDM bukan hanya berkaitan dengan pengembangan individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun SDM Indonesia yang kompeten, profesional, berintegritas, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja. (red).





