Braaak! Lagi Acara Kelulusan Atap Ruang Kelas di SDN Cicinde Utara II Banyusari Ambruk

Puing-puing reruntuhan atap kelas SDN Cicinde Utara II Banyusari

KARAWANG-Suasana acara kelulusan di SDN Cicinde Utara II, Kecamatan Banyusari, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah atap salah satu ruang kelas ambruk saat kegiatan berlangsung, Kamis (25/6/2026) sekira pukul 09.00 WIB.

Peristiwa yang terjadi di tengah berlangsungnya acara tersebut sontak membuat para siswa, orang tua, guru, dan tamu undangan menjadi panik. Suara keras dari runtuhnya bagian atap sempat mengagetkan seluruh peserta yang berada di lokasi.

Bacaan Lainnya

Beruntung, berdasarkan informasi awal, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, insiden itu menimbulkan trauma bagi para siswa dan menjadi perhatian masyarakat terkait kondisi infrastruktur bangunan sekolah yang dinilai memprihatinkan.

Kepala SDN Cicinde Utara II, Heri, mengatakan, ruangan yang mengalami kerusakan sebenarnya sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah sengaja mengosongkan ruangan tersebut demi keselamatan siswa karena kondisi bangunannya sudah lapuk dan dinilai membahayakan.

“Ruangan itu memang sudah lama dikosongkan karena kondisi struktur bangunannya, terutama bagian kayu penyangga atap, sudah lapuk dan mengkhawatirkan,” ujar Heri.

Ia mengakui, suara keras dari reruntuhan sempat membuat warga sekolah dan para tamu yang hadir panik lantaran peristiwa ambruknya atap terjadi secara tiba-tiba saat kegiatan kelulusan sedang berlangsung, meski awalnya suara itu berasal dari suara petasan.

“Awalnya banyak yang mengira suara itu bunyi petasan karena acara kelulusan sedang berlangsung. Setelah dicek, ternyata atap salah satu ruang kelas roboh,” ungkapnya.

Heri menegaskan, sebelumnya ambruknya atap tersebut pihaknya telah melaporkan kondisi kerusakan bangunan kepada instansi terkait. Laporan itu disampaikan sebagai upaya meminta penanganan dan perbaikan sebelum kondisi bangunan semakin parah.

“Kami sudah melaporkan kerusakan struktur bangunan ini kepada pihak terkait. Namun sebelum dilakukan perbaikan, bangunan tersebut lebih dulu ambruk,” ungkapnya.

Kendati peristiwa tersebut sempat membuat acara kelulusan terhenti sesaat, namun pihak sekolah memastikan kegiatan kelulusan tetap berlangsung dengan aman dan tertib hingga selesai. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *